Breaking News:

5 Kebohongan Irjen Ferdy Sambo di Kasus Penembakan Brigadir J: Tak Ada di Lokasi, CCTV Dekoder Rusak

Inilah lima kebohongan Irjen Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Kolase TribunnewsBogor.com
Sebulan berlalu, simak lima kebohongan Irjen Ferdy Sambo dalam kasus penembakan Brigadir J. 

TRIBUNSTYLE.COM - Inilah lima kebohongan Irjen Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Irjen Ferdy Sambo akhirnya diketahui melakukan sejumlah kebohongan terkait penembakan Brigadir J.

Butuh waktu sekitar satu bulan untuk polisi mengungkap Sambo sebagai otak dari pembunuhan anak buahnya.

Satu demi satu kebohongan Sambo terungkap. Peristiwa yang terjadi sebenarnya ternyata berbeda jauh dengan narasi Sambo di awal.

Baca juga: SOSOK Briptu Martin Gabe, Ikut dalam Skenario Ferdy Sambo Menyesatkan Penyidikan, Berikut Perannya

Mulai dari dirinya mengaku mendapat kabar tembak-menembak di rumahnya dan tak ada di lokasi, hingga pengambilan CCTV.

Kasus kematian Brigadir J pun kini mulai menemui titik terang.

Berikut lima kebohongan Irjen Ferdy Sambo terkait pembunuhan berencana yang ia lakukan pada Brigadir J.

1. Tiba di Jakarta

Di awal mencuatnya kasus ini, disebutkan bahwa Sambo baru tiba di Jakarta sepulang dari Magelang, Jawa Tengah pada Jumat (8/7/2022), sesaat sebelum kematian Brigadir J.

Rombongan Sambo tiba lebih dulu di rumahnya di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan. Beberapa saat kemudian, rombongan istrinya, Putri Candrawathi, tiba bersama Brigadir J, Richard Eliezer atau Bharada E, dan lainnya.

Namun, kemudian terungkap fakta sebenarnya bahwa Sambo sudah berada di Jakarta sehari sebelum rombongan Putri tiba atau Kamis (7/7/2022).

Temuan ini diungkap oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

"Awalnya kan kita kira sama harinya. Tapi ternyata setelah kita telusuri, kita dapat bukti yang lebih baru. Bukti terbaru itu menunjukkan pulangnya (Sambo) satu hari sebelumnya dengan pesawat," kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik saat ditemui di kantornya, Kamis (4/8/2022).

"Yang kami dapatkan tanggal 7 (Juli) pagi, yang pasti (Sambo dan istri) tidak bersama seperti yang selama ini seolah mereka satu rombongan, itu clear," ujarnya.

Baca juga: Nyawa Brigadir J Melayang, Putri Candrawathi Janji Beri Bharada E Rp 1 M & Brigadir R Rp 500 Juta

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved