Breaking News:

VIRAL Seorang Pelancong Didenda Rp 27,5 Juta Hanya Karena Membawa McDonalds ke Australia

Seorang turis didenda jutaan rupiah hanya karena membawa McDonalds ke Australia. Rupanya melanggar ini.

Mashable
Seorang turis didenda Rp 27,5 juta hanya karena membawa makanan McDonalds yang dia bawa dari Bali 

TRIBUNSTYLE.COM - Seorang turis didenda jutaan rupiah hanya karena membawa McDonalds ke Australia. Rupanya melanggar ini.

Biasanya jika kita ingin bepergian ke suatu negara pasti akan banyak barang terlarang yang tidak boleh dibawa masuk seperti makanan, barang cair dan lain sebagainya.

Jika kita gagal mengikuti aturan yang telah ditetapkan, kita pasti akan dikenakan tindakan serius seperti dilarang masuk ke negara itu atau mungkin dipenjara.

Hal ini lah yang dialami seorang turis yang mencoba membawa sesuatu selama penerbangannya ke Australia.

Pada akhir Juli lalu melansir dari Mashable, seorang turis yang baru dari Indonesia didenda AU$2.664 (Rp 27,5 juta) hanya karena membawa makanan McDonalds yang dia bawa dari Bali tanpa membuat pernyataan.

Baca juga: Akibat Kejadian Ini, McDonalds Inggris Larang Pelanggan di Bawah 18 Tahun Datang Setelah Jam 5 Sore

Bawa McDonalds ke Australia, pelancong ini didenda jutaan
Bawa McDonalds ke Australia, pelancong ini didenda jutaan (Mashable)

Pihak imigrasi menemukan beberapa makanan McDonalds termasuk McMuffins dan Ham Croissant di bagasi bagian turis, dikutip dari Lobak Merah, Rabu (3/9/2022).

Denda yang bisa dikatakan sangat tinggi itu harus dijatuhkan tanpa banding dan diskresi.

Sebab Australia mempraktekkan 'zero tolerance' terhadap turis mana pun yang melanggar aturan persyaratan penerbangan.

Hal ini karena Australia sangat serius dalam upaya mencegah penyebaran penyakit seperti food and mouth disease agar tidak menyebar ke wilayah kanguru.

Selain itu, para wisatawan baru saja kembali dari Bali dimana penyakit tersebut belakangan ini menyebar dengan cepat di pulau-pulau tersebut.

Selain itu, Australia juga berinisiatif melakukan pencegahan dengan cara menyediakan stasiun sanitasi di area publik, anjing pendeteksi di bandara dan memperbarui sistem bio-security di bandara.

Menurut Murray Watt, Menteri Pertanian Australia, masalah tersebut awalnya terdeteksi oleh anjing pelacak di pusat kendali imigrasi Bandara Internasional Darwin, Australia.

Dia juga membuat pernyataan sinis kalau makanan McDonalds adalah yang paling mahal sejauh ini yang pernah dibayar turis.

"Jumlah dendanya bisa dikatakan dua kali lipat dari harga tiket pesawat dari Bali, tapi saya tidak bersimpati kepada turis atau penduduk lokal yang melanggar hukum di Australia," tegas Watt.

Halaman
123
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved