Breaking News:

Sinopsis Film The East, Tentang Tentara Muda Indonesia & Tentara Muda Belanda, Lawan Pasukan Gerilya

Film The East mengisahkan tentang tentara muda asal Indonesia dan tentara muda asal Belanda dalam operasi melawan pasukan gerilya di Sulawesi Selatan.

YouTube BASE Indonesia
Film The East ini adalah kolaborasi antara negara Indonesia, Belgia, dan Belanda. Tentang simbol keberanian anak muda Belanda yang jujur melihat sejarah kelam bangsanya. 

TRIBUNSTYLE.COM - Film The East ini adalah kolaborasi antara negara Indonesia, Belgia, dan Belanda.

Tentang simbol keberanian anak muda belanda yang jujur melihat sejarah kelam bangsanya.

Film The East mengisahkan tentang tentara muda asal Indonesia dan tentara muda asal Belanda dalam operasi melawan pasukan gerilya di Sulawesi Selatan.

Film ini dirilis perdana di Festival Film Belanda pada 25 September 2020, dan disutradarai oleh Jim Taihuttu.

The East merupakan produksi film dari hasil kerja sama tiga negara, yakni Belanda, Indonesia, dan Belgia.

Film The East ini juga bisa ditonton di IMDb.

Sebelum menonton simak terlebih dahulu sinopsis film The East berikut ini.

Baca juga: Sinopsis Film Soekarno, Spesial Menjelang Hari Kemerdekaan ke-77 RI, Dibintangi Ario Bayu

Sinopsis Film The East
Sinopsis Film The East (YouTube BASE Indonesia)

Sinopsis Film The East bercerita tentang seorang pemuda bernama Johan de Vries yang memutuskan untuk bergabung dengan militer Belanda.

Suatu hari, de Vries terlibat sebuah konflik dengan sisa-sisa tentara Jepang, dan situasi semakin kisruh.

Tiba-tiba seorang Belanda dengan atribut tentara datang dan menggebrak tentara Jepang itu hingga ketakutan.

Orang tersebut adalah Raymond Westerling, yang sudah terkenal di Indonesia, karena merupakan tentara senior yang sudah berperang di banyak negara.

Westerling sendiri adalah pimpinan Depot Speciale Troepen (DST), yaitu sebuah pasukan khusus militer kerajaan Belanda.

Sejak kejadian itu, de Vries semakin dekat dengan Raymond dan bahkan mengaguminya.

Ketika pemimpin satuan de Vries tak mendengarkannya tentang petunjuk lokasi teror Indonesia, de Vries mengadukannya pada Raymond dan mereka melakukan operasi di Sulawesi Selatan pada tahun 1946-1947.

Halaman
123
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved