Breaking News:

Siswi SMP Melahirkan, Awalnya Sebut Paman Jadi Ayah Bayi, Tes DNA Kuak Fakta Berbeda, Pelaku Serumah

Siswi SMP di Sragen jadi korban pelecehan seksual hingga hamil dan melahirkan. Sempat ucap paman sebagai pelaku, tes DNA justru kuak fakta mengejutkan

KOMPAS.COM/HANDOUT
Siswi SMP di Sragen dihamili orang terdekat (Ilustrasi) 

TRIBUNSTYLE.COM - Miris, siswi SMP di Sragen melahirkan bayi di usianya yang masih 13 tahun setelah disetubuhi oleh orang terdekat.

Ia sempat menyebut sang paman sebagai ayah bayinya.

Namun setelah dilakukan tes DNA, ayah bayi yang lahir dari siswi SMP tersebut ternyata bukan sang paman melainkan sosok tak terduga, siapa?

J (34) seorang ayah tiri di Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen tega merudapaksa anak sambungnya, DADJ yang masih berusia 13 tahun.

Aksi tersebut dilakukannya pada Agustus 2021 lalu.

Namun baru terungkap setelah DADJ mengandung dan melahirkan anak pada Juni 2022 lalu.

Awalnya, menurut pengakuan korban, pelaku yang menghamili adalah T yang merupakan pamannya sendiri.

Baca juga: Ada Orang Buka Pintu Dikira Adik Ternyata Perampok, Mahasiswi Diperkosa dan Kehilangan Harta Benda

Baca juga: Siswi SMP Diperkosa Teman di Kostan, Terungkap Setelah Nenek Mencuci, Temukan Bercak di Celana Dalam

Ayah tiri di Sragen tega setubuhi anak hingga hamil dan melahirkan (Ilustrasi pelecehan seksual)
Ayah tiri di Sragen tega setubuhi anak hingga hamil dan melahirkan (Ilustrasi pelecehan seksual) (Indianexpress)

Untuk mengungkap kasus tersebut, Polres Sragen melakukan penyidikan lebih lanjut dengan membuktikan siapa ayah dari bayi yang dilahirkan korban dengan melakukan tes DNA.

Akhirnya terungkap jika pelaku yang menghamili korban ialah ayah tirinya sendiri, yakni J.

Dari hasil tes DNA tersebut, akhirnya Polres Sragen bisa mengungkap kronologi kejadian tersebut.

Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama mengatakan korban dengan pelaku diketahui tinggal bersama karena statusnya sebagai ayah dan anak sambung.

"Kejadian sekitar jam 13.00 WIB, karena tinggal serumah sehingga pelaku kerap melihat korban keluar setelah mandi menggunakan handuk atau dengan pakaian minim," ungkapnya, kepada TribunSolo.com, Jumat (29/7/2022).

Karena sering melihat korban seperti itu, diduga membuat hasrat seksual pelaku menjadi meningkat.

Saat kejadian, korban diketahui sehabis mandi dan masih mengenakan handuk.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved