Breaking News:

MASYAALLAH, Indahnya Pemandangan Wukuf Terbesar di Arafah Saat Masa Pandemi Covid-19

Setelah 2 tahun ibadah haji ditutup bagi muslim luar negeri, kini jamaah haji dapat berkumpul di Arafah.

Vox
Pertemuan di Arafah adalah puncak dari ibadah haji, dan pemerintah Arab Saudi telah membatasi jumlah jamaah menjadi satu juta kali ini, termasuk 850.000 dari luar negeri 

TRIBUNSTYLE.COM - Setelah 2 tahun ibadah haji ditutup bagi muslim luar negeri, kini jamaah haji dapat berkumpul di Arafah.

Karena pandemi Covid-19 dan adanya pembatasan, membuat jumlah jamaah haji berkurang drastis selama dua tahun.

Akhirnya, kemarin para jamaah haji dari seluruh penjuru negeri bisa mengenakan ihram dan berada di Padang Arafah.

Jamaah yang rata-rata memegang payung di tengah terik matahari itu, melakukan ibadah seperti berdoa dan membaca kitab suci Al-Qur'an.

Mereka melakukan ibadah di Jabal Rahmah, yaitu tempat Nabi Muhammad menyampaikan khotbah terakhirnya.

Pemandangan dari atas saat jamaah haji berkumpul di Arafah setelah masa Covid-19
Pemandangan dari atas saat jamaah haji berkumpul di Arafah setelah masa Covid-19 (AFP)

Baca juga: MASYAALLAH, Pria 52 Tahun Nekat Jalan Kaki Selama 11 Bulan dan Lewati 9 Negara, Demi Ibadah Haji

Baca juga: PILU Bayi 7 Bulan Kritis Setelah Menelan Jarum 5,5 Cm hingga Menancap di Usus saat Ibadah Umrah

Pertemuan di Arafah adalah puncak dari ibadah haji, dan pemerintah Arab Saudi telah membatasi jumlah jamaah menjadi satu juta kali ini, termasuk 850.000 dari luar negeri.

Kemarin, pihak berwenang menjelaskan kalau jumlah jamaah haji tahun ini mencapai 899.353 orang, termasuk 779.919 dari luar negeri, dikutip dari Kosmo, Minggu (10/7/2022).

Sebagian besar dari mereka tiba di Padang Arafah dengan berjalan kaki atau naik bus dari tenda terdekat, nantinya mereka akan bermalam di daerah terdekat, Muzdalifah sebelum melempar batu.

"Saya sangat gembira berada di sini (kota suci Mekah). Ini adalah haji terbesar dalam era pandi tetapi ia belum cukup besar," ujar seorang jamaah haji asal Mesir Saad Farhat Khalil (49).

"Jika pemerintah Saudi mengizinkan, sebanyak 10 juta jamaah akan datang tahun ini," sambungnya.

Pada 2019, seperti tahun-tahun sebelumnya, sekitar 2,5 juta Muslim dari seluruh dunia akan menunaikan haji, tetapi jumlah itu akan turun secara signifikan menjadi beberapa ribu orang pada 2020 dan 60.000 jemaah haji pada 2021.

Menurut media pemerintah Arab Saudi, sekitar 21 persen jamaah haji tahun ini berasal dari negara-negara Arab dan lebih dari 53 persen tiba dari Asia.

Banyaknya jemaah haji kali ini, membuat kekhawatiran penyebaran Covid-19 kembali terjadi.

Terutama setelah banyak jamaah haji yang tidak menggunakan masker selama berada di Masjidil Haram.

Halaman
123
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved