Breaking News:

KASUS Covid-19 Melonjak Seribuan di Indonesia Dalam Waktu 2 Minggu, Jangan Panik, Tetap Waspada

Kasus Covid-19 melonjak capai seribuan di Indonesia dalam waktu 2 minggu, masyarakat diminta waspada dan tidak panik

Editor: Dhimas Yanuar
Noel Celis / AFP
Kasus Covid-19 melonjak capai seribuan di Indonesia dalam waktu 2 minggu, masyarakat diminta waspada. 

TRIBUNSTYLE.COM - Kasus Covid-19 melonjak capai seribuan di Indonesia dalam waktu 2 minggu, masyarakat diminta waspada dan tidak panik.

Kasus Covid-19 Indonesia kembali meningkat.

Bahakan dalam beberapa hari terakhir banyak laporan terbaru kasus Covid-19.

Jika melihat angka kasus dari 8-14 Juni 2022 peningkatan mencapai 500 kasus.

Baca juga: Varian Baru Mulai Mewabah di Berbagai Negara, Wisma Atlet Persiapkan Potensi Lonjakan Kasus Covid-19

Baca juga: Covid-19 & Perang Rusia Ukraina Sebabkan Harga Pangan Naik dan Resesi Global, Serta Potensi PD 3

Petugas PMI bersiap melakukan penyemprotan cairan disinfektan untuk membersihkan Wisma Atlet Kemayoran
Petugas PMI bersiap melakukan penyemprotan cairan disinfektan untuk membersihkan Wisma Atlet Kemayoran (TRIBUN/DANY PERMANA)

Namun, data terakhir dari Kementerian Kesehatan 15 juni kemarin angka kasus untuk Jakarta mencapai 732 kasus dari 517.

Untuk kasus nasional sendiri mencapai 1242 kasus.

Terkait hal ini, Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH membenarkan memang terjadi kenaikan kasus di bulan Juni.

Dan ini terlihat sejak 10 Juni lalu. Itu ada 627 tapi tiga hari turun dan naik lagi.

Sekarang naik sampai 1242 kasus.

"Saat ini ada lima provinsi dengan kasus tertinggi yaitu Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur," ungkapnya secara virtual, Kamis (16/6/2022).

Namun menurutnya naik turun kasus, termasuk angka kesakitan dan kematian merupakan bagian dari masa pandemi walau terkendali.

"Jangan terlalu panik dengan adanya satu kenaikan. Dan jangan terlalu euforia juga kalau melandai karena kita masih dalam pandemi.

Kita waspadai adalah bagaimana kita mengendalikan angka itu walau pun naik," kata Syahril lagi.

Ia pun mengatakan jika berdasarkan pada pengalaman, kenaikan kasus di beberapa negara disebabkan adanya kemunculan varian atau sub varian baru.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved