Breaking News:

Dugaan Profesor Jepang Covid-19 Omicron Punya Peran Dalam Kasus Hepatitis Akut pada Anak

Profesor di Jepang sebut Covid-19 Omicron memiliki peran dalam kasus hepatitis akut pada anak-anak.

Editor: Dhimas Yanuar
CGTN
Profesor di Jepang sebut Covid-19 Omicron memiliki peran dalam kasus hepatitis akut pada anak-anak. 

TRIBUNSTYLE.COM - Profesor di Jepang sebut Covid-19 Omicron memiliki peran dalam kasus hepatitis akut pada anak-anak.

Kasus hepatitis akut baru kini diderita lebih dari 20 anak di Indonesia.

Banyak pertanyaan yang muncul kenapa penyakit hepatitis baru ini muncul secara tiba-tiba.

Dan ternyata infeksi virus corona (Covid-19) varian Omicron diduga memiliki peran dalam munculnya kasus hepatitis akut yang terjadi baru-baru ini pada kelompok anak-anak.

Baca juga: 15 Kasus Hepatitis Akut Anak Dideteksi di Indonesia, Apa yang Bisa Dilakukan Orangtua? Ini Kata WHO

Baca juga: JANGAN Terlena Demi Anak, Cek Gejala Hepatitis Akut Misterius Baru dan Cara Mencegahnya

ILUSTRASI.
ILUSTRASI. (Unsplash)

Hal ini mengacu pada hasil penelitian terbaru yang dipresentasikan dalam pertemuan panel Kementerian Kesehatan Jepang pada Rabu lalu.

Dikutip dari The Japan Times, Jumat (13/5/2022), Profesor Hiroshi Nishiura dari Universitas Kyoto mengatakan kepada dewan penasihat virus corona kementerian tersebut bahwa negara-negara dengan temuan sejumlah besar infeksi Omicron seperti Inggris dan Amerika Serikat (AS) juga telah melaporkan jumlah kasus hepatitis akut pada anak yang relatif menunjukkan angka lebih tinggi.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 348 kemungkinan kasus hepatitis akut pada anak yang tidak dapat diketahui penyebabnya telah dikonfirmasi di seluruh dunia, dengan hanya 6 negara yang melaporkan lebih dari 5 kasus.

Sejauh ini, Kementerian Kesehatan Jepang telah mengidentifikasi 7 kasus domestik.

Sedangkan menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, saat ini AS sedang menyelidiki 109 kasus hepatitis anak yang tidak diketahui penyebabnya.

Adenovirus, virus umum yang dapat menyebabkan berbagai penyakit termasuk gastroenteritis atau flu perut, diduga sebagai kemungkinan penyebab penyakit hati yang parah ini.

Di Inggris, yang sejauh ini telah melaporkan 163 kasus, 126 diantaranya telah diuji untuk adenovirus. Diantara mereka, adenovirus terdeteksi pada 72 persen atau 91 kasus.

Menurut Badan Keamanan Kesehatan Inggris, lebih dari 75 persen kasus merupakan anak-anak berusia 5 tahun atau lebih muda.

Gejala pasien sesuai dengan definisi kerja Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang 'kemungkinan kasus' hepatitis akut dan parah.

Karena gejala yang dilaporkan termasuk diantaranya sakit perut, diare, muntah, penyakit kuning dan peningkatan kadar enzim hati.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved