Breaking News:

Ramadhan 2022

Apa Itu Itikaf? Amalan yang Dilakukan di Hari Terakhir Ramadan, Berikut Rukun dan Bacaan Niatnya

Khususnya di bulan Ramadhan, Itikaf lebih dianjurkan, terutama di sepuluh malam terakhir.

Editor: Amirul Muttaqin
Instagram/kabilahtour
Itikaf di Masjid untuk meraih Lailatul Qadar. 

TRIBUNSTYLE.COM - Itikaf dapat dilakukan setiap saat, khususnya di bulan Ramadhan.

Itikaf lebih dianjurkan di sepuluh malam terakhir Ramadhan dalam upaya meraih keutamaan Lailatul Qadar.

Bagaimana rukun dan bacaan niat melakukan Itikaf?

Baca juga: Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Seluruh Keluarga, Lengkap Lafal Latin dan Artinya

Baca juga: Simak Bacaan Lengkap Dzikir Pagi Setelah Sholat Dhuha, Tulisan Arab, Latin dan Terjemahannya

Ilustrasi Itikaf
Ilustrasi Itikaf (Instagram/sinergisriwijayapeduli)

Umat Islam biasanya memanfaatkan 10 hari terakhir di bulan Ramadan 2022 untuk beritikaf.

Itikaf tersebut biasanya dilakukan di masjid.

Hukum awal beritikaf sebenarnya sunnah, tapi bisa menjadi wajib apabila dinazarkan.

Kemudian, hukumnya bisa menjadi haram bila dilakukan oleh seorang istri atau hamba sahaya tanpa izin, dan menjadi makruh bila dilakukan oleh perempuan yang bertingkah dan mengundang fitnah meski disertai izin.

Itikaf dapat dilakukan setiap saat, termasuk pada waktu-waktu yang diharamkan shalat.

Khususnya di bulan Ramadhan, Itikaf lebih dianjurkan, terutama di sepuluh malam terakhir.

Keutamaannya pun sangat besar, terlebih menjadi bagian dari upaya meraih keutamaan Lailatul Qadar.

Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah SAW bahkan menyatakan bahwa Itikaf di sepuluh malam terakhir bagaikan beri’tikaf bersama beliau.

مَنِ اعْتَكَفَ مَعِي فَلْيَعْتَكِفَ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ

Artinya, “Siapa yang ingin beri’tikaf bersamaku, maka beri’tikaflah pada sepuluh malam terakhir,” (HR Ibnu Hibban).

Apa Itu Itikaf?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Itikaf merupakan berdiam diri beberapa waktu di dalam masjid sebagai suatu ibadah dengan syarat-syarat tertentu (sambil menjuahkan pikiran dari keduniaan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan).

Dikutip dari kemenag.go.id, Itikaf berarti berdiam di masjid dalam rangka beribadah kepada Allah SWT.

Tidaklah seseorang keluar dari masjid, kecuali untuk memenuhi hajatnya sebagai manusia.

Itikaf memiliki kekhususan tempat dan aktivitas yaitu masjid dengan aktivitas ibadah mendekatkan diri kepada Allah dengan berdzikir, berdo’a, membaca Al-Quran, shalat sunnah, bershalawat, bertaubat, beristigfar, dan lainnya.

Itikaf dianjurkan setiap waktu, tetapi lebih ditekankan memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan sebagaimana penuturan Abdullah bin Umar RA,

Rasulullah SAW beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan ramadan. (HR. Muttafaq ‘alaih)

Di masa pandemi Covid19 ini, kemungkinan sebagian umat Islam tidak dapat beri’tikaf di masjid, akan tetapi seluruh aktivitas Itikaf dapat dilakukan di rumah.

Jika ingin tetap melakukan Itikaf secara individu di masjid, maka hendaklah dilakukan dengan memenui protokol kesehatan seperti berbadan sehat, membawa sajadah sendiri, memakai masker, berwudhu kembali di masjid, dan tidak bersalaman.

Rukun Itikaf

- Niat

- Berdiam diri di masjid sekurang-kurangnya selama tumaninah shalat

- Masjid

- Orang yang beri’tikaf

Syarat orang yang beri’tikaf adalah beragama Islam, berakal sehat dan bebas dari hadas besar.

Artinya, tidak sah Itikaf dilakukan oleh orang yang tidak memenuhi syarat tersebut.

Bacaan Niat Itikaf

Itikaf dibagi menjadi tiga macam:

- Itikaf mutlak

- Itikaf terikat waktu tanpa terus-menerus

- Itikaf terikat waktu dan terus-menerus.

Itikaf mutlak walaupun lama waktunya cukuplah berniat sebagai berikut:

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ للهِ تَعَالَى

Artinya, “Aku berniat Itikaf di masjid ini karena Allah.”

Sedangkan Itikaf yang terikat waktu, selama satu bulan misalnya, niatnya adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَوْمًا/لَيْلًا كَامِلًا/شَهْرًا لِلهِ تَعَالَى

Artinya, “Aku berniat Itikaf di masjid ini selama satu hari/satu malam penuh/satu bulan karena Allah.”

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ شَهْرًا مُتَتَابِعًا

Artinya, “Aku berniat Itikaf di masjid ini selama satu bulan berturut-turut karena Allah.”

Sementara niat Itikaf yang dinadzarkan adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ فَرْضًا للهِ تَعَالَى

Artinya, “Aku berniat Itikaf di masjid ini fardhu karena Allah.”

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ شَهْرًا مُتَتَابِعًا فَرْضًا للهِ تَعَالَى

Artinya, “Aku berniat Itikaf di masjid ini selama satu bulan berturut-turut fardhu karena Allah.”

Hanya saja, dalam Itikaf mutlak, jika seseorang keluar dari masjid tanpa maksud kembali, kemudian kembali, maka ia harus berniat lagi.

Dan Itikaf keduanya dianggap sebagai Itikaf baru.

Berbeda halnya jika ia berniat kembali, baik kembalinya ke masjid semula maupun ke masjid lain, maka niat sebelumnya tidak batal dan tidak perlu niat baru.

Baca juga: Tambah Pahala di 10 Hari Terakhir Ramadhan dengan Bacaan Dzikir setelah Salat Tahajud Ini

Baca juga: BACAAN Doa Malam Lailatul Qadar, Lengkap Amalan yang Dianjurkan pada 10 Hari Terakhir Ramadhan 2022

Ilustrasi Itikaf
Ilustrasi Itikaf (gulalives.co)

Sembilan Hal yang Dapat Membatalkan Itikaf:

- Berhubungan suami-istri

- Mengeluarkan sperma

- Mabuk yang disengaja

- Murtad

- Haidh (selama waktu Itikaf cukup dalam masa suci biasanya)

- Nifas

- Keluar tanpa alasan

- Keluar untuk memenuhi kewajiban yang bisa ditunda

- Keluar disertai alasan hingga beberapa kali, padahal keluarnya karena keingingan sendiri.

Diolah dari artikel di TribunSolo.com yang berjudul Rukun dan Bacaan Niat Saat Itikaf, Amalan yang Dilakukan di Hari Terakhit Bulan Ramadan

Baca artikel lainnya terkait Ramadhan 2022

Sumber: Tribun Solo
Tags:
Ramadhan 2022ItikafLailatul Qadar
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved