Breaking News:

Utang Rp 70 Juta Jadi Rp 1,2 Miliar, Pensiunan PNS Laporkan Pihak Bank: Diduga Ada Rekayasa

Pihak bank diduga telah merekayasa data dan menjebak para pensiunan sehingga memiliki utang besar.

Editor: Amirul Muttaqin
Via Kompas.com
Ilustrasi uang, utang 

TRIBUNSTYLE.COM - Undang Siregar tak menyangka dirinya harus menanggung beban utang yang cukup besar.

Seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu semula hanya berutang ke bank senilai puluhan juta, malah menjadi miliaran.

Seperti apa kronologinya?

Baca juga: Viral Kakek 60 Tahun Nikahi Gadis 17 Tahun, Keluarga Mempelai Wanita Atur Perjodohan, Warganet Heboh

Baca juga: Curiga Istri Selingkuh dengan Mantan, Suami Bawa Anaknya Tes DNA, Hasilnya Bikin Keluarga Hancur

Ilustrasi meminjam uang dan berhutang.
Ilustrasi meminjam uang dan berhutang. (Freepik)

DIkutip dari Serambinews.com, Jumat (18/3/2022), Undang Siregar mengatakan, saat ini dirinya menanggung utang sebesar Rp 1,2 Miliar lebih atas jaminan SK pegawainya pada Bank mandiri Taspen.

Padahal, menurut pengakuan pensiunan guru di SMA Negeri 4 Medan itu, ia hanya menerima Rp 70 juta.

Dijelaskan Undang, lilitan utang yang dia alami ini berawal saat dirinya ditawari pinjaman Rp 210 juta oleh pihak bank tersebut.

Dia menyebut pihak bank terus mengejarnya agar mau mengambil pinjaman hingga akhirnya terjebak.

Namun setelah menandatangi perjanjian pinjaman, jumlah uang yang diterima hanya Rp 70 juta.

"Karena sering terus ditawarin kebetulan tergiur jadi terpinjamlah dan saat itu saya meminjam 210 juta, namun baru di kasih pihak bank 70 juta tapi saya harus membayar sebesar Rp 1,2 miliar," ucapnya seperti dilansir dari Tribun Medan, Kamis (17/3/2022).

Merasa kaget, Undang pun berusaha menemui pihak bank yang telah memberikan pinjaman dana tersebut.

Namun sayang, pihak bank disebut belum memberikan solusi yang jelas.

Padahal, kata Undang, sebelum bank memberikan pinjaman, sales kredit selalu membujuk-bujuk mereka untuk meminjam uang.

Setelah kreditur meminjam uang, malah dibebani dengan nilai pembayaran utang yang jauh dari jumlah pinjaman.

"Kami diancam-ancam juga. Ada nomor tidak dikenal menghubungi," kata Undang.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved