Breaking News:

Proses Pemakaman Suminem Dinilai Tak Wajar, Warga Gelisah Lalu Lapor Polisi, Suami Jadi Tersangka

Malamnya, para Ketua RT sama-sama tidak bisa tidur karena memikirkan proses pemakaman yang tidak wajar. 

Editor: Amirul Muttaqin
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto// Agus Iswadi
Pemakaman Suminem dinilai tak wajar, warga gelisah lalu lapor polisi, suami jadi tersangka 

TRIBUNSTYLE.COM - Pemakaman Suminem yang dirasa janggal dan tak wajar membuat warga resah. 

Kecurigaan warga soal kematian Suminem akhirnya terungkap dan si suami SJ alias Godek (44) ditetapkan tersangka.

Bagaimana kronologi kejadiannya?

Baca juga: Suami Curiga Dengar Desahan dari Ruang Tamu, Ternyata Istri Bercinta dengan Tetangga, Teriak Maling!

Baca juga: Curiga Istri Selingkuh dengan Mantan, Suami Bawa Anaknya Tes DNA, Hasilnya Bikin Keluarga Hancur

SJ alis Godek usai mengikuti rekontruksi tewasnya istrinya di sebuah rumah di Dusun Dukuh, Kelurahan Popongan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Rabu (16/3/2022).
SJ alis Godek usai mengikuti rekontruksi tewasnya istrinya di sebuah rumah di Dusun Dukuh, Kelurahan Popongan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Rabu (16/3/2022). (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Kasus itu mencuat setelah warga curiga kematian Suminem di sebuah rumah di Dusun Dukuh, Kelurahan Popongan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Jum'at (4/3/2022).

Tiba-tiba si suami menemui RT dan mengabarkan istri sirinya meninggal.

"Setelah salat Jumat, Sutardi datang langsung ke Pak RT, bilang jika istrinya meninggal, jenazah sudah dimandikan dan disalatkan, minta tolong untuk dicarikan orang untuk mengkafani," ungkap Koordinator lingkungan setempat, Tri Sutanto kepada TribunSolo.com, Senin (7/3/2022). 

Kemudian, karena dalam kondisi duka, Ketua RT langsung berkoordinasi dengan Ketua RT lain, Ketua RW dan tokoh masyarakat untuk membantu Sutardi. 

Akhirnya dicarikan Modin, yang kemudian datang ke rumah duka.

"Pak Modin juga kaget, sampai di rumah duka kok sepi, enggak sewajarnya kalau ada layatan, keadaan rumah tertutup," jelasnya. 

Setelah mengkafani jenazah, Modin tersebut kembali pulang, dan belum muncul kecurigaan atas kematian Suminem. 

Kecurigaan juga belum dirasakan para Ketua RT dan tokoh masyarakat, atas kondisi rumah duka yang memang sepi dari para pelayat. 

Setelah itu, jenazah dibawa ke pemakaman muslim Munggur, namun sesampainya di pemakaman ternyata liang lahat belum selesai digali.

Proses pemakaman pun menunggu hingga liang lahat selesai digali, yang kemudian proses pemakaman selesai sekitar pukul 17.00 WIB. 

Menurut Tri, malamnya para Ketua RT sama-sama tidak bisa tidur karena memikirkan proses pemakaman yang tidak wajar. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved