Breaking News:

Kasus Mulai Menurun, Isu Deltacron Kembali Muncul, Ilmuwan Klaim Sudah Identifikasi Varian Gabungan

Kasus mulai menurun, isu Deltacron kembali muncul, ilmuwan klaim sudah identifikasi varian gabungan Omicron dan Delta.

Editor: Dhimas Yanuar
Justin TALLIS / AFP
Kasus mulai menurun, isu Deltacron kembali muncul, ilmuwan klaim sudah identifikasi varian gabungan Omicron dan Delta. 

TRIBUNSTYLE.COM - Kasus mulai menurun, isu Deltacron kembali muncul, ilmuwan klaim sudah identifikasi varian gabungan Omicron dan Delta.

Kasus virus corona Covid-19 di Indonesia dan berbagai negara mulai turun.

Bahkan, beberapa negara mulai mengendorkan protokol kesehatan.

Baca juga: Cita Citata Ungkap Deretan Obat yang Ia Konsumsi Selama COVID-19, Campuran Herbal dan Kimia

Baca juga: INDONESIA Menuju Transisi Covid-19 dari Pandemi Jadi Endemi? Pengobatan & Vaksinasi Harus Siap

Virus corona Covid-19 varian Delta.
Virus corona Covid-19 varian Delta. (Hackensack Meridian Health)

Namun, para ilmuwan French Pasteur Institute Perancis menyebut sudah mengidentifikasi infeksi gabungan varian Delta dan Omicron.

Mereka juga yakin telah berhasil menemukan bukti kuat terkait gabungan kedua virus yang dijuluki 'Deltacron' ini.

Sekelompok ilmuwan tersebut juga menunjukkan data serta analisis, yang mengonfirmasi munculnya virus rekombinan atau gabungan yang diturunkan dari garis keturunan GK/AY.4 varian Delta, dan GRA/BA.1 varian Omicron.

Menanggapi temuan bukti awal terkait adanya gabungan Delta dan Omicron, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan, pihaknya masih terus mengawasi segala potensi dari dua varian virus corona.

WHO pun tengah melakukan berbagai penelitian agar lebih memahami tingkat keparahan dan penularannya, dari gabungan virus.

Dilansir dari Live Mint, Rabu (9/3/2022) Ahli Epidemiologi Penyakit Menular, Maria Van Kerkhove menuturkan, bahwa dirinya sudah menduga keberadaan gabungan dua varian virus.

Terlebih di tengah lonjakan kasus varian Delta dan Omicron yang signifikan.

Oleh karenanya, WHO kini sedang melacak dan mendiskusikan temuan itu.

Van Kerkhove pun mencatat sejauh ini belum ada perubahan yang diamati dalam tingkat keparahan dan penularannya disebabkan gabungan virus.

Namun demikian, beberapa penelitian maupun pengujian terhadap virus masih dilakukan.

WHO juga sempat menyebut soal fenomena 'Deltacron', hanyalah sebuah istilah yang tidak mengartikan adanya infeksi gabungan Delta dan Omicron.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved