Breaking News:

Rasakan Gejala Positif Covid-19? Dokter Reisa Beberkan Perbedaan Lakukan Tes Antigen dan PCR

Lebih baik lakukan tes Antigen atau PCR saat alami gejala Covid-19? Dokter Reisa beri penjelasan.

TRIBUN TIMUR/M ABDIWAN
ILUSTRASI pengambilan sampel swab atau polymerase chain reaction (PCR) virus corona Covid-19 di Klinik Pratama Bosowa, Jl. Urip Sumoharjo Km.4 Makassar. 

TRIBUNSTYLE.COM - Lebih baik lakukan tes Antigen atau PCR saat alami gejala Covid-19? Dokter Reisa beri penjelasan.

Di masa pandemi Covid-19, alat pemeriksaan untuk mendeteksi virus SARS-CoV-2 semakin banyak.

Mulai dari tes rapid antibodi, antigen, pemeriksaan PCR, dan sebagainya.

Saat ini yang sering digunakan oleh masyarakat adalah antigen dan PCR.

Lantas, manakah yang paling baik? Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro pun memberikan tanggapannya.

Reisa Broto Asmoro, Juru Bicara Pemerintah Untuk Pemberantasan Covid-19 beri penjelasan terkait tes Antigen dan PCR
Reisa Broto Asmoro, Juru Bicara Pemerintah Untuk Pemberantasan Covid-19 beri penjelasan terkait tes Antigen dan PCR (Istimewa)

Baca juga: Indonesia Dipuji Dunia Lantaran Tingkat Vaksinasi, Dokter Reisa Salut: The Power of Gotong Royong

Baca juga: WASPADAI 9 Gejala Omicron yang Menyerang Orang yang Sudah Divaksinasi Penuh, Termasuk Mual & Bersin

Jika merunut pada aturan Kementerian Kesehatan No HK.01.07/Menkes/446/ 2021, karena PCR makin terjangkau, maka sebaiknya dianjurkan menggunakan tes PCR, sesuai yang diarahkan Badan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

"Karena kalau diperbandingkan dari sensitivitasnya saja sudah berbeda."

"Kalau antigen memang ini sekitar 30-84 persen, tergantung dari perusahaan yang menyediakan," ungkap Reisa pada siaran Radio Kesehatan, Senin (14/2/2022).

Swab antigen merupakan scanning awal bagi mereka yang tidak bergejala.

Dapat digunakan juga untuk diagnosis bergejala atau diduga sebagai kontak erat yang sudah terpapar Covid-19.

"Tapi memang harus PCR memiliki keakuratan dalam pengujian jauh lebih tinggi."

"Sensitivitasnya saja 70-98 persen, dengan spesifikasi lebih dari 99 persen," papar Reisa.

Ilustrasi virus corona atau covid-19
Ilustrasi virus corona atau covid-19 (freepik)

Di sisi lain, hasil dari tes PCR memang tidak secepat antigen, karena memerlukan pemeriksaan di laboratorium, sehingga bisa membutuhkan waktu 1-2 hari.

"Kalau sudah, baru bisa dilihat. PCR ini mengidentifikasi apakah di dalam sampel tersebut ada partikel virus Covid-19."

"Jadi memang yang digunakan penegakkan diagnosis sebaiknya PCR," ucap Reisa.

Namun kalau kalau tempat tes tidak memadai, dan yang tersedia hanyalah antigen, maka diperbolehkan.

Tetapi tetap kalau hasil negatif, ada syarat pemeriksaan kembali dalam beberapa hari. (Aisyah Nursyamsi)

(wartakota.com / Aisyah Nursyamsi)

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Sebaiknya Lakukan Tes Antigen Atau PCR? Ini Kata Dokter Reisa

Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved