Breaking News:

KEMENKES Prediksi Puncak Omicron Akhir Februari hingga Awal Maret, Kasus Bisa Meroket 300 Ribu

Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) prediksi puncak Omicron Covid-19 di akhir Februari hingga awal Maret 2022, bisa meroket 300 ribu kasus.

Editor: Dhimas Yanuar
Justin TALLIS / AFP
Gambar ilustrasi yang diambil di London pada 2 Desember 2021 menunjukkan empat jarum suntik dan layar bertuliskan 'Omicron', nama varian baru covid 19, dan ilustrasi virus. 

TRIBUNSTYLE.COM - Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) prediksi puncak Omicron Covid-19 di akhir Februari hingga awal Maret 2022, bisa meroket 300 ribu kasus.

Virus corona Covid-19 kini kian merajalela di berbagai daerah di Indonesia.

Bahkan sebagai pemegang kewenangan Kementerian Kesehatan sudah memperingatkan meningkatnya kasus varian Omicron.

Baca juga: Indonesia 40 Ribu Kasus Sehari, Waspada 50 Kelurahan Jakarta Ini Punya Kasus Aktif Covid-19 Tinggi

Baca juga: Bisa Obati Gejala Ringan & Jaga Daya Tahan Tubuh, Ini Ramuan Herbal untuk Pasien Isoman Covid-19

Petugas PMI DKI Jakarta melakukan penyemprotan disinfektan Fasilitas Umum di Kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Senin (7/2/2022). Kegiatan tersebut sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus Omricon yang sedang tinggi-tingginya di Jakarta.
Petugas PMI DKI Jakarta melakukan penyemprotan disinfektan Fasilitas Umum di Kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Senin (7/2/2022). Kegiatan tersebut sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus Omricon yang sedang tinggi-tingginya di Jakarta. (WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkirakan, puncak kasus varian Omicron akan terjadi pada akhir Februari 2022 mendatang.

Angkanya bisa enam kali lipat dari puncak kasus varian Delta pada Juli tahun lalu.

"Di akhir Februari atau awal Maret 2022 merupakan puncak kasus Omicron, yang bisa diprediksi itu tiga kali sampai dengan enam kali lebih tinggi dari puncak varian Delta," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (10/2/2022).

Puncak kasus varian Delta yang tercatat pada 15 Juli tahun lalu mencapai 56.757.

Itu berarti, mengacu prediksi Kemenkes, maka puncak kasus harian varian Omicron bisa mencapai 170.000 hingga 340.000.

Meski begitu, Nadia yang juga juru bicara Vaksinasi Kemenkes menegaskan, peningkatan kasus varian Omicron yang sangat signifikan tidak berbanding lurus dengan tingkat perawatan di rumah sakit yang rendah.

Tapi, "Tetap harus waspada mengingat penambahan kasus cukup signifikan," ujarnya.

"Tentunya, melihat tingkat keterisian perawatan (di rumah sakit) bertambah seiring peningkatan (kasus Omicron) yang lebih cepat dari varian Delta".

Untuk itu, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir meminta pasien dengan gejala ringan bahkan tidak bergejala untuk tidak berlomba-lomba masuk ke rumah sakit.

"Untuk kategori sedang, berat, dan kritis, sehingga rumah sakit tidak terbebani," tegas dia.

Menurut Abdul Kadir, gejala varian Omicron tidak seberat Delta.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved