Breaking News:

KRONOLOGI & Akhir Kasus Mantan Guru Honorer Tak Digaji Bakar Sekolahan, 24 Tahun Tagih Tak Dibayar

Simak kronologi dan akhir kasus mantan guru honorer tak digaji lalu bakar sekolahan, 24 tahun tagih tak dibayar.

TRIBUNSTYLE.COM - Simak kronologi dan akhir kasus mantan guru honorer tak digaji lalu bakar sekolahan, 24 tahun tagih tak dibayar.

Kasus Guru Honorer yang bakar sekolahan akhirnya menemui titik akhir.

Sujud syukur dan tangis mewarnai kisah akhir dari kasus ini, dan Munir Alamsyah yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka berakhir dibebaskan,

Dilansir dari Kompas.com, sebelumnya dilaporkan dua ruangan di SMPN 1 Cikelet, Garut, Jawa Barat dibakar oleh seseorang tak dikenal pada Jumat (14/1/2022).

Dari hasil pemeriksaan, polisi berhasil menangkap pelaku pembakaran yakni Munir Alamsyah (53), mantan guru honorer di sekolah tersebut.

Baca juga: Kiky Saputri dari Guru Honorer Jadi Komika Sukses, Intip Potret Rumah Mewah Hasil Kerja Kerasnya!

Baca juga: VIRAL Nikahan Guru Dihadiri Murid-murid Kecilnya, Hadiah yang Diberikan Anak-anak Ini Tak Terduga

Kasatreskrim Polres Garut AKP Dede Sopandi menunjukkan barang bukti kasus pembakaran dua ruangan di SMPN 1 Cikelet, Garut, Jawa Barat.
Kasatreskrim Polres Garut AKP Dede Sopandi menunjukkan barang bukti kasus pembakaran dua ruangan di SMPN 1 Cikelet, Garut, Jawa Barat. (KOMPAS.com/ARI MAULANA KARANG)

Ia nekat membakar sekolah tempat bekerja karena honornya selama 2 tahun mengajar sebesar Rp 6 juta tak kunjung dibayarkan oleh pihak sekolah.

Munir mengajar sebagai honorer di SMPN 1 Cikelet pada tahun 1996-1998.

Selama 24 tahun ia terus mendatangi sekolah untuk menanyakan haknya.

Namun hingga 2022 tak ada reaslisasi pencairan gajinya.

“Pernah klarifikasi ke sekolah untuk mempertanyakan hak-haknya sebagai guru honorer yang akan digunakan untuk menikah, tapi tidak ada realisasinya,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Garut AKP Dede Sopandi, Selasa (25/1/2022).

Di hari kejadian, Munir diduga dengan sengaja membeli bahan bakar minyak dan membakar pintu ruangan sekolah dengan media kertas.

“Ditaruh di bawah pintu masuk yang terbuat dari kayu, akibatnya pintu terbakar,” kata Dede.

Pelaku membakar ruangan sekolah tersebut saat para guru dan penjaga sekolah sedang melaksanakan shalat Jumat.

"Akibatnya, bangunan terbakar dan merembet ke ruang perpustakaan dan laboratorium," ucapnya. Sujud syukur saat dibebaskan

Halaman
123
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved