Breaking News:

Ardhito Pramono Jalani Rehabilitasi 6 Bulan, Apa Saja yang Dilakukan dalam Proses Rehabilitasi?

Terjerat narkoba, Ardhito Pramono harus jalani rehabilitasi selama 6 bulan. Apa saja yang dilakukan dalam proses rehabilitasi?

Tribunnews/Bayu Indra
Ardhito Pramono jalani rehabilitasi selama 6 bulan. Apa saja yang dilakukan dalam proses rehabilitasi? 

TRIBUNSTYLE.COM - Terjerat narkoba, Ardhito Pramono harus jalani rehabilitasi selama 6 bulan. Apa saja yang dilakukan dalam proses rehabilitasi?

Setelah dinyatakan positif menggunakan narkoba, Ardhito harus menjalani rehabilitasi.

Dari tahanan, ia dipindahkan ke RSKO Cibubur, Jakarta Timur, pada Jumat, 21 Januari 2022.

Dari hasil asesmen Badan Narkotika Nasional (BNN), Ardhito akan menjalani rehabilitasi di RSKO selama 6 bulan.

Meski menjalani rehabilitasi, Ardhito Pramono masih tetap menjalani proses hukum terkait kasusnya.

Lantas, apa saja yang dilakukan saat proses rehabilitasi?

Baca juga: Jadi Tersangka, Ardhito Pramono Minta Maaf: Sekreatif Apapun Kalau Narkoba Akan Tetap Nol Besar

Baca juga: Dipindah ke RSKO untuk Rehabilitasi, Ardhito Pramono Sebut Kondisinya Sehat, Optimis Bisa Sembuh

Ardhito Pramono jalani proses rehabilitasi selama 6 bulan atas kasus narkoba.
Ardhito Pramono jalani proses rehabilitasi selama 6 bulan atas kasus narkoba. (Instagram @ardhitopramono)

1. Pemeriksaan

Melansir laman resmi BNN, pemeriksaan dilakukan tidak hanya oleh dokter tetapi juga terapis.

Pemeriksaan bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kecanduan yang dialami dan adakah efek samping yang muncul.

Jika pemakai mengalami depresi atau bahkan gangguan perilaku, maka terapis akan menyembuhkan efek tersebut baru melakukan rehabilitasi.

2. Detoksifikasi

Mengatasi kecanduan harus melalui beberapa tahapan dan salah satu yang cukup berat adalah detoksifikasi.

Di sini pengguna harus 100% berhenti menggunakan obat-obatan berbahaya tersebut.

Reaksi yang akan dirasakan cukup menyiksa mulai dari rasa mual hingga badan terasa sakit.

Disamping itu pecandu akan merasa tertekan karena tidak ada asupan obat penenang yang dikonsumsi seperti biasa.

Selama proses detoksifikasi, dokter akan meringankan efek yang tidak mengenakkan tersebut dengan memberikan obat.

Di samping itu, pecandu juga harus memperbanyak minum air agar tidak terkena dehidrasi serta mengkonsumsi makanan bergizi untuk memulihkan kondisi tubuh.

Lamanya proses ini sangat bergantung pada tingkat kecanduan yang dialami serta tekad yang dimiliki oleh si pemakai untuk sembuh.

Ilustrasi narkoba dan cara BNN mengatasi efek kecanduan.
Ilustrasi narkoba dan cara BNN mengatasi efek kecanduan. (HANDOUT via KOMPAS.COM)

3. Stabilisasi

Setelah proses detoksifikasi berhasil dilewati, selanjutnya dokter akan menerapkan langkah stabilisasi.

Tahapan ini bertujuan untuk membantu pemulihan jangka panjang dengan memberikan resep dokter.

Tidak hanya itu, pemikiran tentang rencana ke depan pun diarahkan agar kesehatan mental tetap terjaga dan tidak kembali terjerumus dalam bahaya obat-obatan terlarang.

4. Pengelolaan Aktivitas

Jika sudah keluar dari rehabilitasi, pecandu yang sudah sembuh akan kembali ke kehidupan normal.

Diperlukan pendekatan dengan orang terdekat seperti keluarga dan teman agar mengawasi aktivitas mantan pemakai.

Tanpa dukungan penuh dari orang sekitar, keberhasilan dalam mengatasi kecanduan obat terlarang tidak akan lancar.

Banyak pemakai yang sudah sembuh lantas mencoba menggunakan kembali obat-obatan tersebut karena pergaulan yang salah.

Karena itulah pengelolaan aktivitas sangat penting agar terhindar dari pengaruh negatif.

Logo Badan Narkotika Nasional atau BNN.
Logo Badan Narkotika Nasional atau BNN. (bnn.go.id)

Atasi dengan Layanan Rehabilitasi BNN

Untuk mengatasi masalah kecanduan obat-obatan terlarang, BNN membuka layanan rehabilitasi secara online.

Pecandu atau penyalahgunaan narkoba akan dipulihkan sepenuhnya baik dari segi fisik maupun mental.

Diharapkan dengan adanya pelayanan ini, mantan pecandu bisa hidup normal seperti sedia kala dan tidak menggunakan kembali obat-obatan terlarang.

Layanan tersebut bisa digunakan dengan melapor atau mendaftar secara online melalui situs resminya, rehabilitasi.bnn.go.id.

Selain itu, pelaporan juga bisa diajukan ke institusi yang telah ditetapkan oleh menteri diantaranya seperti puskesmas, rumah sakit, dan lembaga rehabilitasi medis lainnya. 

Ardhito Pramono minta maaf seusai terjerat kasus narkoba.
Ardhito Pramono minta maaf seusai terjerat kasus narkoba. (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

Ardhito Pramono: Sekreatif Apapun Kalau Narkoba Akan Tetap Nol Besar

Sebelum dibawa ke RSKO untuk rehabilitasi, Ardhito Pramono sempat ditemui awak media.

Ardhito meminta maaf belum bisa menjadi contoh yang baik.

Pria berusia 26 tahun itu mengimbau generasi muda agar tidak menggunakan narkoba.

"Untuk masyarakat Indonesia terutama anak-anak muda, saya minta maaf sebesar-besarnya dan sangat menyesal.

Semoga enggak ada lagi kejadian-kejadian seperti ini di kalangan anak muda," kata Ardhito seperti dikutip TribunStyle.com dari YouTube KH INFOTAINMENT, Jumat 21 Januari 2022.

Ardhito mengaku sudah membuat tiga lagu selama ditahan.

Hal itu menjadi bukti bahwa penggunaan narkoba untuk alasan kreatif adalah salah.

"Bisa kreatif pastinya tanpa narkoba, saya di sini udah bikin tiga lagu.

Alhamdulillah tetap kreatif, banyak inspirasi yang datang, banyak teman-teman baru.

Namun diimbau untuk pendengar musik saya atau semua warga Indonesia, jauhi narkoba.

Mau sekreatif apapun kita kalau sudah pakai narkoba hasilnya akan tetap nol besar," jelas Ardhito.

(TribunStyle.com/Gigih Panggayuh/Febriana)

Baca artikel lainnya terkait Ardhito Pramono di sini

Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved