Breaking News:

Covid-19 Deltacron Murni Kesalahan Laboratorium & Bukan Varian Baru, Lalu Bagaimana dengan Florona?

Covid-19 Deltacron disebut murni kesalahan laboratorium dan bukanlah varian baru, lalu bagaimana dengan florona? simak keterangannya berikut ini.

Justin TALLIS / AFP
Covid-19 Deltacron disebut murni kesalahan laboratorium dan bukanlah varian baru, lalu bagaimana dengan florona? simak keterangannya berikut ini. 

TRIBUNSTYLE.COM - Covid-19 Deltacron isebut murni kesalahan laboratorium dan bukanlah varian baru, lalu bagaimana dengan florona? simak keterangannya berikut ini.

Covid-19 masih menjadi fokus utama masyarakat, termasuk dengan varian baru Omicron yang kini semakin merebak.

Namun ada laporan tentang 2 varian terbaru yang membuat banyak orang bingung, pertama Flurona dan gabungan antara varian Delta Omicron, atau Deltacron.

Diketahui varian Delta sendiri sempat menjadi momok besar bagi negara-negara dunia, karena kasusnya yang bagitu melejit di pertengahan tahun 2021.

Baca juga: KONTRAS 2 Laporan Covid-19 Omicron di China Langsung Tes 14 Juta Warganya, Indonesia Tenangkan Diri

Baca juga: India Diamuk Covid-19, Kasus Baru Tertinggi di Asia, Tembus 200 Ribu, UPDATE Corona Dunia 12 Januari

Ilustrasi Batuk Pilek
Ilustrasi Batuk Pilek (Science News)

Kali ini di 2022 disebut akan ada varian Deltacron yang disebut muncul di Siprus.

Untuk Florona sendiri disebut ditemukan di Israel, dan disebut gabungan penyakit flu dan corona.

Dilansir dari Kompas.com, para ahli di Inggris pada Senin (10/1/2022) mengatakan bahwa mutasi virus corona Deltacron di laboratorium Siprus kemungkinan besar adalah kontaminasi lab.

Bahkan para ahli menyebut ini adalah kesalahan dan bukan varian baru yang mengkhawatirkan.

Media Siprus melaporkan penemuan itu pada Sabtu (8/1/2022), menggambarkannya sebagai latar belakang genetik varian Delta bersama dengan beberapa mutasi Omicron.

Meskipun ada kemungkinan menggabungkan virus corona secara genetik, itu jarang terjadi.

Para ilmuwan yang menganalisis penemuan yang disebut "Deltacron" mengatakan, ini tidak benar.

"Urutan 'Deltacron' Siprus yang dilaporkan oleh beberapa media besar terlihat jelas merupakan kontaminasi," ujar Tom Peacock, ahli virologi dengan departemen penyakit menular di Imperial College London, dalam twitnya akhir pekan lalu.

Jeffrey Barrett, kepala Inisiatif Genomik Covid-19 di Institut Wellcome Sanger Inggris, mengatakan bahwa dugaan mutasi terletak pada bagian genom yang rentan terhadap kesalahan dalam prosedur pengurutan tertentu.

"Ini hampir pasti bukan rekombinan biologis dari garis keturunan Delta dan Omicron."

Halaman
1234
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved