Breaking News:

Hiburan Korea

Drakor Snowdrop Diprotes, 200 Ribu Orang Tandatangani Petisi Pemberhentian: Ada Penyimpangan Sejarah

Snowdrop, drama yang menampilkan Jung Hae In dan Jisoo BLACKPINK sebagai pemain drama. Karena penyimpangan sejarah 200 ribu orang minta dihentikan.

Soompi
200 ribu penonton tandatangani petisi Blue House terkait pembatalan drama Snowdrop karena dianggap menyimpang sejarah 

TRIBUNSTYLE.COM - Karena penyimpangan sejarah 200 ribu orang meminta pemberhentian drama Snowdrop!

Snowdrop adalah drama yang menampilkan Jung Hae In dan Jisoo BLACKPINK sebagai pemain drama, dilansir dari Allkpop.

Drama baru JTBC Snowdrop masih menghadapi kekhawatiran pemirsa karena narasi sejarahnya.

Sebelumnya, drama tersebut sempat mendapat kecaman karena penyimpangan fakta sejarah. 

Menurut petisi Blue House yang baru ini, episode perdana drama tersebut menampilkan pemeran utama wanita yang secara keliru menyelamatkan mata-mata dari gerakan pro-demokrasi.

Snowdrop
Snowdrop dikecam karena penyimpangan sejarah (Kolase Instagram/jtbcdrama)

Baca juga: DAFTAR 13 Drama Korea yang Tayang Bulan Desember 2021, Bad and Crazy, Snowdrop hingga The Silent Sea

Baca juga: Jisoo BLACKPINK Main Drama Snowdrop, Begini Cara Jennie, Rose, dan Lisa Beri Dukungan, Manis Banget!

Selanjutnya, ketika orang-orang dari Badan Perencanaan Keamanan Nasional mengejar mata-mata yang diperankan oleh Jung Hae In, drama itu memainkan lagu bersejarah.

Padahal lagu tersebut digunakan untuk melambangkan gerakan pro-demokrasi. 

Pemirsa yang menyaksikan adegan tersebut pada tanggal 18 Desember turun ke platform online dan menyatakan ketidaknyamanan mereka.

Mereka mengatakan, "Tidak pantas rasanya untuk menggunakan sebuah lagu yang bermakna untuk adegan yang menampilkan Badan Perencanaan Keamanan Nasional dan mata-mata."

Petisi tersebut juga menyatakan bahwa meromantisasi dan menampilkan pemeran utama pria sebagai mata-mata yang dikira sebagai tokoh pro-demokrasi mengarah pada penyimpangan sejarah.

Karena sebenarnya banyak orang tak bersalah yang disiksa oleh pemerintah dengan dikira mata-mata. 

"Drama yang menghadirkan narasi seperti itu merusak nilai sejarah gerakan pro-demokrasi," ujar penonton.

Petisi saat ini memiliki lebih dari 200.000 penandatangan dan akan ditutup pada 18 Januari 2022. 

Sepertinya ini memang sesuatu yang sensitif bangi warga Korea Selatan.

Halaman
1234
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved