Breaking News:

Lawan Covid19

HOAKS Minggu Ini, Pfizer dan WHO Bekerjasama Munculkan Virus Covid-19 Varian Omicron

Awas beredar hoaks di media sosial, Kominfo beberkan informasi penting yang harus diwaspadai masyarakat seminggu terakhir.

freepik.com
Hoaks terkait virus corona Covid-19 seminggu terakhir. 

TRIBUNSTYLE.COM - Juru Bicara (Jubir) Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengatakan, ada 29 unggahan dari 10 isu hoaks seputar Covid-19 yang beredar selama seminggu terakhir.

Dedy pun menyebut, pihaknya merangkum sejumlah disimformasi yang perlu di Tangkal bersama.

Pertama, disinformasi CEO Biotech menolak divaksinasi Covid-19 karena alasan keamanan.

Hal itu disampaikan Dedy saat konferensi pers Menolak Hoaks Covid-19 #IndonesiaBisa yang disiarkan kanal YouYube Kominfo TV, Kamis (16/12/2021).

"Disinformasi ini ditemukan pada 9 Desember 2021," kata Dedy.

Baca juga: Strategi Pencegahan Hadapi Varian Omicron, Satgas Covid-19 Jelaskan Soal Vaksin, Tetap Efektif?

Baca juga: Kecepatan Penularan Omicron 3 Kali Lipat Ketimbang Delta, Penjelasan Pasien Terinfeksi Meski Vaksin

Kedua, Dedy mengatakan hoaks Pfizer dan WHO bekerjasama memunculkan varian Covid-19 Omicron sebagai hukuman untuk Afrika Selatan.

Ini ditemukan pada 10 Desember 2021.

Ketiga, lanjut Desy, disinformasi varian Covid-19 omicron hanya sebuah propaganda untuk memaksa penduduk Afrika divaksinasi disinformasi ditemukan pada 10 Desember 2021.

"Keempat disinformasi kata Omi pada penamaan Omicron adalah akronim untuk jenis penyakit jantung. Disinformasi ini ditemukan pada 11 Desember 2021," kata Dedy.

Kemudian, disinformasi supermarket di Jerman memasang pagar pembatas untuk memisahkan pengunjung yang sudah divaksin dan yang belum divaksin disinformasi. Ini ditemukan pada 11 Desember 2021.

Dedy juga mengingatkan kepada bahwa hari raya Natal tahun ini tidak dapat dilakukan seperti pada masa sebelum pandemi. 

Namun, hal tersebut jangan sampai meredupkan semangat dan makna hari besar tersebut tetap patuhi protokol kesehatan terutama dengan memakai masker dengan benar dan mohon patuhi kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

"Kami juga berharap masyarakat semakin bijak dalam memilah dan memilih informasi serta berpartisipasi aktif dalam menghentikan persebaran berita bohong terkait Covid-19," katanya.

(Tribunnews.com / Fransiskus Adhiyuda Prasetia)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Isu Hoaks Beredar Sepekan Terakhir, Pfizer dan WHO Bekerjasama Munculkan Varian Covid-19 Omicron

Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved