Breaking News:

Virus Corona Covid-19 Varian Omicron Terdeteksi di Indonesia, Jangan Takut, Kenali Gejala-gejalanya

Virus Corona Covid-19 varian Omicron terdeteksi di Indonesia, Jangan takut kenali gejala-gejalanya.

Justin TALLIS / AFP
Virus Corona Covid-19 varian Omicron terdeteksi di Indonesia, Jangan takut kenali gejala-gejalanya. 

TRIBUNSTYLE.COM - Virus Corona Covid-19 varian Omicron terdeteksi di Indonesia, Jangan takut kenali gejala-gejalanya.

Telah merajalela di 77 negara dunia, virus Corona Covid-19 varian Omicron disebut telah dikonfirmasi ada di Indonesia.

Hal ini dikonfirmasi secara langsung oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin, ia mengunmumkan varian B.1.1.529 ada yang menjangkit warga.

Kasus ini terdeteksi pada seorang petugas kebersihan yang bertugas di RS Wisma Atlet.

Baca juga: Jabar Terbanyak, Ini Sebaran 205 Kasus Baru Covid-19, UPDATE Virus Corona Nasional 16 Desember 2021

Baca juga: WHO: Covid-19 Omicron Mematikan & Lemahkan Vaksin, Luhut Pastikan Belum Ditemukan di Indonesia

Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan Indonesia.
Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan Indonesia. (Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Budi mengungkapkan, kasus pertama penularan varian Omicron di Indonesia ini bermula dari terdeteksinya tiga orang petugas kebersihan di Wisma Atlet.

"Hasilnya keluar pada 15 Desember, yakni dari tiga orang yang positif tadi, satu orang dipastikan terdeteksi (terpapar) varian Omicron," lanjutnya, lapor Kompas.com, (16/12/2021).

Sementara itu, dua orang lain yang positif dipastikan tidak terpapar varian dari Afrika Selatan itu.

Budi juga mengungkapkan, ketiga orang tersebut positif tanpa gejala.

Ketiganya pun telah menjalani karantina di Wisma Atlet.

Tersebar di 77 negara

Varian Omicron sedang menyebar di seluruh dunia dengan tingkat kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, sebut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Namun, dalam sebuah jumpa pers, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, ada kemungkinan banyak negara yang belum mendeteksinya.

Tedros mengaku prihatin bahwa upaya yang dilakukan untuk membendung varian tersebut belum cukup.

"Tentu sekarang kita telah belajar bahwa kita meremehkan virus ini yang kemudian membahayakan kita. Bahkan jika Omicron tidak menimbulkan penyakit yang parah, banyaknya jumlah kasus bisa kembali membuat kewalahan sistem kesehatan yang tidak siap," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved