Breaking News:

Mengenang Soe Hok Gie, Aktivis Penentang 2 Rezim, Meninggal 16 Desember 1969 di Pelukan Semeru

Sejarah 16 Desember, aktivis Soe Hok Gie meninggal di puncak Gunung Semeru sehari sebelum ulang tahun ke-27.

Kolase TribunStyle (Wikimedia Commons, Dok. Mapala UI)
Mengenang Soe Hok Gie, meninggal 16 Desember 1969 di pelukan Gunung Semeru. 

TRIBUNSTYLE.COM - Sejarah 16 Desember, aktivis Soe Hok Gie meninggal di puncak Gunung Semeru.

Hari ini, tepat 52 tahun yang lalu, Soe Hok Gie mengembuskan napas terakhirnya.

Ia meninggal di puncak Gunung Semeru pada 16 Desember 1969.

Kala itu, jalur pendakian mungkin jauh lebih ekstrem dari sekarang.

Sebab, belum banyak pendaki yang menjadikannya sebagai destinasi wisata alam.

Soe Hok Gie meninggal dengan kawannya, Idhan Lubis, diduga menghirup gas beracun.

Baca juga: Mengenang Herman Lantang, Sahabat Soe Hok Gie dan Pendiri Mapala UI yang Meninggal di Usia 80 Tahun

Baca juga: Mengenang Suyadi, Pak Raden Pencipta Si Unyil, Tanggal Kelahirannya Jadi Hari Dongeng Nasional

Adapun Gunung Semeru terkenal dengan gas yang massanya lebih berat dari oksigen.

Mari mengenang sosok Soe Hok Gie, seorang aktivis penentang dua rezim, Orde Lama dan Orde Baru.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini sekilas profilnya.

Foto Soe Hok Gie.
Foto Soe Hok Gie. (Dok. Mapala UI)

Profil Soe Hok Gie

Halaman
123
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved