Breaking News:

Hiburan Korea

Jadi Kontroversi, Iklan Fandom Jisoo BLACKPINK Vietnam untuk Snowdrop Ditentang Warga Korea

Niat mempromosikan Snowdrop, Jisoonly Vietnam, fandom Jisoo BLACKPINK Vietnam justru banjir penolakan dari warga Korea.

Soompi
Iklan buatan fandom Jisoo BLACKPINK Vietnam untuk Snowdrop banjir penolakan dari warga Korea 

TRIBUNSTYLE.COM - Niat mempromosikan Snowdrop, Jisoonly Vietnam, fandom Jisoo BLACKPINK Vietnam justru banjir penolakan dari warga Korea.

Jisoo BLACKPINK dan Jung Hae In akan berperan dalam drama Korea Snowdrop.

Seperti diketahui, drama ini tayang perdana pada 18 Desember 2021 mendatang.

Euforia drama Snowdrop mulai dirasakan oleh para penggemar, khususnya penggemar Jisoo BLACKPINK dari Vietnam atau Jisoonly Vietnam.

Fandom Jisoo BLACKPINK Vietnam ini bahkan bersemangat untuk mengiklankan drama Snowdrop yang akan datang.

Baca juga: Vincenzo, Snowdrop, dan 3 Drama Korea Ini Paling Kontroversial di Tahun 2021, Ada yang Batal Tayang!

Baca juga: Snowdrop Akan Tayang di Disney+ Hotstar, Simak Sinopsis Drama Romantis Jung Hae In & Jisoo BLACKPINK

Drama Korea Snowdrop dibintangi Jung Hae In dan Jisoo BLACKPINK lagi-lagi menuai kontroversi
Drama Korea Snowdrop dibintangi Jung Hae In dan Jisoo BLACKPINK lagi-lagi menuai kontroversi (Kolase Instagram/jtbcdrama)

Dilansir dari Koreaboo, mereka akan mempromosikan Snowdrop besar-besaran di stasiun kereta bawah tanah di Seoul Korea Selatan.

Tak main-main, iklan 30 layar itu akan disiarkan 257 kali per hari dan 10 detik setiap waktunya.

Menurut Korporasi Transportasi Seoul, iklan Snowdrop ini akan digantung di Stasiun Jongno 129 mulai 1 hingga 15 Desember 2021.

Meski demikian, rencana fandom Jisoo BLACKPINK dari Vietnam ini tak akan berjalan dengan mulus.

Hal itu lantaran ramainya penolakan dari warga Korea selatan.

Seperti diketahui, drama ini sempat menghadapi kontroversi lantaran banyak warga Korea yang menyebut Snowdrop berpotensi merusak sejarah.

Topik dari drama ini juga sangat sensitif, yakni terkait gerakan demokrasi, kerushan, serta masalah-masalah Korea Selatan.

Mereka menilai sejarah tersebut tidak boleh diromantisasi.

Meski jTBC telah mengeluarkan pernyataan, tampaknya amarah warga Korea belum mereda.

Halaman
123
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved