Hiburan Korea
VIRAL Tentara Korea Utara Ketahuan Menampilkan Tarian BTS Untuk Hibur Kawan, Malah Dihukum Penjara
Prajurit Kim menarikan tarian BTS untuk rekan-rekan prajuritnya. Dia ditangkap oleh cabang korps Kementerian Keamanan Negara pada 12 November.
Penulis: Vidya Audina Gesty Arinda
Editor: Delta Lidina Putri
TRIBUNSTYLE.COM - Seorang tentara Korea Utara telah ditangkap karena membawakan tarian BTS.
Dilansir oleh Koreaboo, prajurit itu adalah seorang pria berusia 20-an dengan nama keluarga Kim.
Ia merupakan seorang pemimpin peleton dari kompi patroli Korps Kesembilan.
Dia ditangkap oleh cabang korps Kementerian Keamanan Negara pada 12 November.
Untuk meningkatkan moral pasukan, pihak militer Korea Utara memberikan waktu istirahat selama 2 jam per harinya setelah bekerja.

Baca juga: NEKAT Pelajar Korea Utara Nonton Squid Game, Dihukum Penjara Seumur Hidup, Pengedar Ditembak Mati
Baca juga: TINGKAH Unik Jungkook BTS Sembunyi di Belakang RM Setelah Tampil dengan Megan Thee Stallion
Selama waktu istirahat itu, Prajurit Kim menari untuk rekan-rekan prajuritnya.
Dia berusaha untuk membuat semangat para prajurit yang menderita karena kesulitan ekonomi akibat pandemi.
Langkah yang diambil Prajurit Kim untuk menyemangati sesama prajurit itu ternyata salah.
Sialnya, hal itu malah menyebabkan dia ditangkap keesokan harinya.
Dirinya dituduh 'meniru tarian BTS.'
Selama interogasi, Prajurit Kim membantah mengetahui tentang BTS.

Dia mengatakan tarian yang dia bawakan untuk para prajurit adalah tarian yang biasa dia lakukan di kampung halamannya.
Kementerian Keamanan Negara mengatakan dia berbohong.
Akhirnya dia dijatuhi hukuman 3 bulan di benteng.
Prajurit Kim sebenarnya sangat dihormati oleh para perwira dan orang-orang dari kompi militernya.
Jadi dia berusaha menghindari hukuman yang lebih berat.
Mungkin jika dia tidak begitu dihormati, dia bisa menghadapi pemecatan secara tidak terhormat.
Atau bisa juga mendapat pemecatan dari partai komunis.
Menurut fakta di lapangan, Prajurit Kim bukanlah tentara Korea Utara pertama yang ditangkap karena menarikan tarian BTS.
Pada Agustus 2020, ada 3 tentara Korea Utara ditangkap karena mendengarkan dan menari lagu BTS 'Blood, Sweat, & Tears.'
Pada Agustus 2021 juga ada 3 taruna remaja ditangkap karena menyanyikan dengan keras lirik lagu 'Blood, Sweat, & Tears.'
Beberapa waktu lalu seorang siswa menengah juga dijatuhi hukuman karena menonton 'Squid Game'.
Baca juga: SELAMAT BTS Cetak Sejarah Baru Lewat Konser di SoFi Stadium, Berhasil Jual Habis Tiket 4 Pertunjukan
Dipenjara karena 'Squid Game'
Nekat tonton Squid Game diam-diam. Hukuman berat ini diterima pelajar Korea Utara.
Dilansir dari Allkpop, RFA melaporkan pada Selasa (23/11/2021), bahwa Korea Utara menghukum siswa SMA dengan hukuman berat setelah ketahuan menonton 'Squid Game' secara diam-diam.
RFA atau Radio Free Asia adalah outlet media berita Amerika yang melaporkan berita tentang Korea Utara.
Laporan yang dikutip dari orang dalam Korea Utara, RFA menyatakan, "Awal pekan lalu, tujuh siswa sekolah menengah dari Kota Chongjin, Provinsi Hamgyong Utara, tertangkap basah sedang menonton 'Squid Game.'
Mereka tertangkap dalam pemeriksaan Komando Staf Gabungan 109.

Baca juga: Sekian Lama Dinanti, Akhirnya Hwang Dong Hyuk Sutradara Squid Game Janjikan Season 2
Baca juga: Mampukah Serial Netflix Hellbound Lampaui Kesuksesan Squid Game? Begini Komentar Netizen
Penduduk yang mengimpor USB drama Korea ditembak mati.
Siswa yang membeli USB, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.
Sementara siswa lain yang menonton bersamanya dihukum sampai lima tahun reformasi perburuhan."
Sumber tersebut menjelaskan, "Siswa tersebut ditangkap oleh pemeriksaan Komando Gabungan ke-109.
Setelah siswa yang menonton series dan yang membeli USB tersebut, memberi tahu temannya tentang series itu.
Mereka sedang membagikan USB ketika mereka ditangkap oleh pemeriksaan."
Sumber orang dalam menambahkan, "Korea Utara menganggap ini sebagai masalah besar.
Karena ini adalah pertama kalinya pelanggaran remaja ditangkap.
Setelah sebelumnya mereka memperkuat sensor terhadap 'konten asing.'
Diharapkan penyelidikan dan hukuman para pelanggar akan berlanjut untuk jangka waktu yang cukup lama.
Mengingat perbatasan ditutup karena COVID-19.
Mereka juga akan menyelidiki untuk menemukan rute di mana USB diselundupkan."
Selain itu, sumber tersebut menyatakan, "Kepala sekolah, sekretaris pemuda, dan wali kelas dari siswa sekolah menengah diberhentikan dari jabatannya.
Bahkan dikeluarkan dari daftar keanggotaan partai."
Dilaporkan bahwa pihak berwenang Korea Utara juga melakukan sensor ekstensif untuk menemukan penjual CD dan USB berisi konten asing atau drama di pasar.
(TribunStyle.com/Vidya)
Baca artikel lainnya tentang Hiburan Korea di sini..