Breaking News:

Bertemu dengan ART Pelaku Penggelapan Aset Tanah, Nirina Zubir Tahan Emosi: 'Berat Sekali Hati Saya'

Nirina Zubir bertemu dengan mantan ART, Riri Kasmita dan dua tersangka lainnya yang melakukan penggelapan aset tanah milik keluarganya.

Instagram @nirinazubir_
Nirina Zubir akhirnya bertemu dengan pelaku penggelapan aset tanah milik almarhumah ibunya. 

TRIBUNSTYLE.COMNirina Zubir akhirnya bertemu dengan mantan asisten rumah tangga (ART) yang melakukan penggelapan aset tanah dan bangunan milik almarhumah ibunya untuk pertama kali.

Merek bertemu di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 18 November 2021.

Selain ART, yakni Riri Kasmita, polisi juga menghadirkan dua tersangka lainnya, yakni Edrianto, dan notaris Faridah.

Saat bertemu dengan pelaku penggelapan aset tanah, Nirina tampak menahan air matanya.

Baca juga: Jadi Korban Penggelapan Tanah, Nirina Zubir Rugi Rp 17 Miliar, Enam Asetnya Diubah Kepemilikannya

Baca juga: Nirina Zubir Jadi Korban Mafia Tanah, Dua Asetnya Dijual ART: Uangnya Dipakai Bisnis Ayam Frozen

Nirina Zubir bertemu dengan tiga tersangka pelaku penggelapan aset tanah milik keluarganya.
Nirina Zubir bertemu dengan tiga tersangka pelaku penggelapan aset tanah milik keluarganya. (YouTube KH Infotainment)

"Saya harus menata emosi saya karena ini adalah pertemuan pertama saya setelah orang-orang di belakang saya ini menjadi tersangka dan akhirnya ditahan," kata Nirina Zubir dikutip Tribun Style dari kanal YouTube KH Infotainment, Kamis, 18 November 2021.

Nirina Zubir terlihat menatap sinis tiga tersangka penggelapan aset orang tuanya itu.

Selain itu, Nirina juga menahan emosi lantaran tersangka ART sendiri sudah diistimewakan oleh mendiang ibunya selama tinggal bersama.

"Kepada saudara Riri, yang ibu saya selamatkan dari keluarga tirinya yang tidak menerima dirinya, dibawa ke rumah ibu saya, diberikan pekerjaan yang layak, ini dia orangnya," ucapnya sambil menunjuk tersangka.

Dalam pertemuan itu, sang ART rupanya belum meminta maaf sama sekali kepada Nirina Zubir.

Karena hal ini lah emosi Nirina semakin memuncak.

"Berat sekali hati saya untuk ketemu sama dia dan tidak ada sedikitpun sampai detik ini untuk memohon maaf, jalan aja, menatap mata saya dengan sebegitunya," ucap Nirina.

"Saya emosi karena ibu saya belum menikmati hasil jerih payahnya.

Tapi Riri sudah punya mobil dan bisnis baru," ujarnya.

Kendati demikian, Nirina berusaha semaksimal mungkin untuk menahan emosinya dengan sesekali mengelapkan tisu ke matanya supaya air matanya tidak menetes.

Halaman
123
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved