Breaking News:

KISAH Keluarga Jepang Nekat Sembunyikan Jasad Kerabatnya Selama 6 Minggu di Rumah, Ini Alasannya

Kisah keluarga Jepang nekat sembunyikan jasad kerabatnya selama 6 minggu di rumah, ternyata ini alasannya.

indiatvnews.com
Kisah keluarga Jepang nekat sembunyikan jasad kerabatnya selama 6 minggu di rumah, ternyata ini alasannya. 

TRIBUNSTYLE.COM - Kisah keluarga Jepang nekat sembunyikan jasad kerabatnya selama 6 minggu di rumah, ternyata ini alasannya.

Kisah miris ini berawal pada tahun 2018 di Inggris. 

Awalnya sebuah keluarga Jepang yang tinggal di Helmsley, North Yorkshire menyembunyikan jasad kerabatnya.

Mereka dituduh menyembunyikan 'mumi' jasad kerabatnya di rumah selama enam minggu setelah kematiannya.

Baca juga: VIRAL Kisah Pengantin Tagih Tamu Undangan Nikahan Rp 1 Juta untuk Makan di Acara Kondangannya

Baca juga: KISAH Wanita Tabung 90% Gaji demi Raih Mimpi Membeli 2 Rumah Sekaligus, 10% Cukup Untuk Harian

Rina Yasutake (kanan), 49 tahun, sudah dalam keadaan membusuk tingkat lanjut karena disimpan hingga enam minggu setelah kematiannya oleh ibunya Michiko Yasutake, 78 tahun, saudara perempuan Yoshika Yasutake, 55 tahun, dan saudara laki-laki Takahiro Yasutake, 49 tahun.
Rina Yasutake (kanan), 49 tahun, sudah dalam keadaan membusuk tingkat lanjut karena disimpan hingga enam minggu setelah kematiannya oleh ibunya Michiko Yasutake, 78 tahun, saudara perempuan Yoshika Yasutake, 55 tahun, dan saudara laki-laki Takahiro Yasutake, 49 tahun. (DAILY MAIL)

Pada laporan terakhir yang dilansir dari The Sun, Selasa, (9/11/2021), menyebutkan bahwa penegak hukum lokal tidak akan akan menuntut keluarga itu ke penjara.

Rina Yasutake, 49 tahun, seorang seniman berbakat yang diduga pernah kuliah di Universitas Cambridge, ditemukan terbaring di kasur di sebuah pondok bertingkat pada September 2018.

Dia sudah dalam keadaan membusuk tingkat lanjut, karena disimpan hingga enam minggu setelah kematiannya oleh ibunya Michiko Yasutake, 78 tahun, saudara perempuan Yoshika Yasutake, 55 tahun, dan saudara laki-laki Takahiro Yasutake, 49 tahun.

Petugas Kepolisian North Yorkshire menemukan kasus itu setelah diberi tahu oleh staf apotek setempat.

Dia mengatakan keluarga itu membeli alkohol dalam jumlah besar dan 'berbau mayat', kata pengadilan yang dilansir dari Daily Mail dan Kompas.com, pada Rabu (10/11/2021).

Michiko, Yoshika dan Takahiro mengaku tidak bersalah karena mencegah penguburan mayat yang sah dan layak tanpa alasan yang sah pada Oktober tahun lalu.

Halaman
1234
Sumber: TribunStyle.com
Tags:
Jepang
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved