Breaking News:

BMKG: Musim Hujan & La Nina Bakal Terjadi dari Akhir Tahun hingga Februari 2022 di Seluruh Indonesia

Prakiraan cuaca Indonesia, BMKG prediksi La Nina bakal terjadi dari akhir tahun hingga Februari 2022.

tangkapan layar bmkg.co.id
Prakiraan cuaca Indonesia, BMKG prediksi La Nina bakal terjadi dari akhir tahun hingga Februari 2022. 

TRIBUNSTYLE.COM - Prakiraan cuaca Indonesia, BMKG prediksi La Nina bakal terjadi dari akhir tahun hingga Februari 2022.

Musim hujan kini telah dirasakan di hampir seluruh wilayah daerah di Indonesia.

Masyarakat diminta untuk tetap waspada karena fenomena cuaca eksterm ini akan terus terjadi hingga awal tahun 2022.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan bahwa La Nina cukup berpengaruh terhadap peluang curah hujan di Indonesia, tetapi ini bukan badai.

La Nina adalah fenomena alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin atau mengalami curah hujan yang lebih tinggi.

Baca juga: PRAKIRAAN Cuaca Hari Ini 5 November 2021, BMKG: Jakarta Siang Hujan, 32 Daerah Cuaca Ekstrem

Warga berjalan saat turun hujan di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (6/10/2021). Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengungkapkan, intensitas hujan akan meningkat pada bulan Oktober dan akan mencapai puncaknya pada bulan Januari dan Februari 2022.
Warga berjalan saat turun hujan di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (6/10/2021). Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengungkapkan, intensitas hujan akan meningkat pada bulan Oktober dan akan mencapai puncaknya pada bulan Januari dan Februari 2022. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Berdasarkan kejadiannya pada tahun lalu, La Nina bisa meningkatkan curah hujan bulanan di wilayah Indonesia pada November-Desember-Januari sampai 70 persen dari curah hujan normalnya. 

Kehadiran La Nina di tahun 2021 hingga 2022 diperkirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah hingga sedang (moderat) setidaknya sampai Februari.

Berdasarkan monitoring terhadap perkembangan terbaru dari data suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, saat ini nilai anomali telah melewati ambang batas La Nina.

Nilai anomali tersebut sebesar -0,61 pada Dasarian I Oktober 2021.

Kondisi ini berpotensi untuk terus berkembang dan masyarakat harus segera bersiap menyambut kehadiran La Nina 2021/2022.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved