Breaking News:

KABAR BAIK Antibodi & Imun Orang yang Sudah Vaksin Covid-19 Lebih Kuat dari Penyintas, Ini Kata Ahli

Kabar baik, ternyata antibodi tubuh orang yang sudah divaksinasi Covid-19 bisa lebih kuat, ini penjelasan ahli CDC Amerika Serikat.

JUSTIN TALLIS / AFP
Vaksin Covid-19 Pfizer. (Kabar baik, ternyata antibodi tubuh orang yang sudah divaksinasi Covid-19 bisa lebih kuat, ini penjelasan ahli CDC Amerika Serikat.) 

Namun antibodi dari infeksi sebelumnya lebih beragam sehingga berpotensi membantu orang untuk lebih terlindungi dari berbagai varian.

Meskipun demikian, para dokter memperingatkan bahwa memperoleh kekebalan alami itu tidak pasti.

Tidak semua orang selamat dari Covid, dan mereka yang bertahan mungkin tidak dapat mengandalkan respons kekebalan yang kuat.

--

Semakin dipercaya, vaksin Sinovac kini dicari sebagai vaksin booster Covid-19 di Singapura, ini kata dokter setempat.

Sempat tak dipercaya sebagai vaksin, kini Sinovac dari pabrik farmasi China dipercaya menjadi booster.

Dilansir dari The Strait Times Singapore (5/10/2021), beberapa klinik swasta di Singapura menyebut ada naiknya permintaan vaksin Sinovac dan Sinopharm sebagai vaksin booster Covid-19.

Hal ini diketahui karena sebagian besar takut akan efek samping dari dosis ketiga suntikan mRNA, seperti Pfizer dan Moderna.

Vaksin seperti Sinovac dan Sinopharm sendiri disebut memiliki efek samping terrendah.

Baca juga: 3 Jenis Vaksin Covid-19 Ini Terbukti Efektif Kurangi Risiko Kritis, dari Sinovac hingga AstraZeneca

Baca juga: Kabar Baik, Indonesia Capai Target WHO Sebelum Akhir Tahun, 40 Persen Warga Sudah Vaksin

Vaksin Sinovac Biotech.
Vaksin Sinovac Biotech. (WANG ZHAO / AFP)

Sinovac dan Sinopharm sendiri menggunakan partikel virus yang tidak aktif untuk mengajarkan sistem kekebalan seseorang untuk membuat antibodi.

Sejauh ini, di Indonesia vaksin Sinovac juga telah direkomendasikan untuk warga yang berusia 50 tahun ke atas.

Vaksin booster Sinovac dan Sinopharm sendiri akan digunakan sebagai tambahan dari vaksin Pfizer-BioNTech atau Moderna setidaknya enam bulan dua dosis.

Hal ini dilakukan untuk memastikan tingkat perlindungan yang tinggi dari efek kritis ketika tertular virus corona Covid-19.

Komite Ahli Vaksinasi Covid-19 di Singapura hingga kini masih mengkaji kemungkinan pencampuran vaksin untuk dosis booster.

Halaman
123
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved