Breaking News:

PINJOL Ilegal Resahkan Warga, Hutang Rp 2,5 Juta Mengangsur Rp 104 Juta, Penagihan Dibumbui Ancaman

Perusahaan pinjaman online ilegal meresahkan warga, simak kisah miris pria yang hutang Rp 2,5 juta malah angsur sampai Rp 104 juta.

TRIBUNSTYLE.COM - Perusahaan pinjaman online ilegal meresahkan warga, simak kisah miris pria yang hutang Rp 2,5 juta malah angsur sampai Rp 104 juta.

Pinjaman online, atau yang biasa disebut pinjol akhir-akhir ini menjadi sorotan di berbagai media sosial.

Berbagai pengalaman buruk memakai jasa peminjaman uang secara online ini menuai banyak kritik.

Bahkan presiden Indonesia Joko Widodo pun akhirnya buka suara tentang meresahkannya praktik ilegal pinjaman online yang terus terjadi di tengah masyarakat.

Namun akhirnya, polisi pun turun tangan dan mencari akar permasalahan sosial ekonomi di masyarakat ini.

Baca juga: 3 Doa Mustajab Agar Terbebas dari Hutang, Lengkap dengan Amalan Pembuka Pintu Rezeki

Baca juga: 4 Bacaan Doa Lunasi Utang yang Diajarkan Rasulullah SAW, Lengkap Tulisan Arab Latin dan Arti

Ancaman Keselamatan Masyarakat, Polres Metro Jakpus Gerebek Sindikat Pinjol.
Ancaman Keselamatan Masyarakat, Polres Metro Jakpus Gerebek Sindikat Pinjol. (Warta Kota/Miftahul Munir)

Berbekal laporan masyarakat, Tim Kriminal Khusus Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat bergerak cepat menggerebek sindikat pinjaman online (pinjol) ilegal di Sedayu Square, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (13/10/2021).

Dalam penggerebekan tersebut polisi mengamankan 56 pegawai yang bekerja di sebuah perusahaan fintech.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan penggerebekan ruko itu dilakukan atas laporan masyarakat. Atas laporan itu, pihaknya langsung menindaklanjuti dengan menggerebek kantor sindikat pinjol.

Tim Krimsus Satreksrim Polres Metro Jakarta Barat menggerebek kantor fintech penyedia pinjaman online ilegal di Sedayu Square Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (13/10/2021).

"Kami menerima laporan dari masyarakat adanya sindikat pinjol yang mengancam keselamatan warga, akhirnya kami selidiki," katanya kepada wartawan, Kamis (14/10/2021).

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved