Breaking News:

Sejarah Hari Guru Sedunia Diperingati Setiap 5 Oktober, Beda dengan Hari Guru Nasional

Selamat Hari Guru Sedunia, simak sejarahnya diperingati setiap 5 Oktober, berbeda dengan Hari Guru Nasional.

Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Ika Putri Bramasti
Unsplash
Selamat Hari Guru Sedunia. Ilustrasi guru sedang mengajar siswa. 

TRIBUNSTYLE.COM - Selamat Hari Guru Sedunia, simak sejarahnya diperingati setiap 5 Oktober, berbeda dengan Hari Guru Nasional.

Hari ini, 5 Oktober 2021, diperingati sebagai Hari Guru Sedunia.

Tujuan peringatan ini yakni untuk memberi dukungan kepada para guru di seluruh dunia.

Ini sekaligus menegaskan bahwa keberlangsungan generasi masa depan ditentukan oleh pendidikan yang diberikan oleh guru.

Perlu diketahui, Indonesia merayakan dua kali Hari Guru.

Meskipun punya semangat yang sama, Hari Guru Sedunia berbeda dengan Hari Guru Nasional.

Baca juga: Uniknya Diskusi Mahasiswa Ilmu Sejarah Unair, Bahas Praktik Nepotisme dalam Serial Anime Naruto

Baca juga: Siapa Penemu Kertas? Ternyata Begini Sejarahnya di Zaman China Kuno, Berawal dari Potongan Bambu

Hari Guru Sedunia diperingati setiap 5 Oktober, sedangkan Hari Guru Nasional jatuh pada 25 November.

Lantas, sejak kapan dan bagaimana sejarah Hari Guru Sedunia diperingati setiap 5 Oktober?

Ilustrasi ucapan selamat Hari Guru Sedunia.
Ilustrasi ucapan selamat Hari Guru Sedunia. (Kolase TribunStyle)

Sejarah Hari Guru Sedunia

Hari Guru Sedunia sudah diperingati sejak tahun 1994.

Artinya, tahun 2021 ini, peringatan tersebut sudah menginjak usia yang ke-27.

Peringatan hari penting bagi para pendidik secara internasional ini ditetapkan oleh UNESCO.

Penetapannya bertepatan dengan penandatanganan dokumen penting UNESCO terkait status guru di dunia.

Dilansir dari laman resmi UNESCO, peringatan Hari Guru Sedunia dilakukan untuk memperingati penandatanganan rekomendasi tentang status guru oleh Organisasi Buruh Internasional (ILO) dan UNESCO pada 1966.

Pada 1997, peringatan Hari Guru Sedunia bertepatan dengan penandatanganan rekomendasi tentang status personel pengajar pendidikan tinggi.

Kedua rekomendasi tersebut menjadi instrumen untuk menetapkan tolok ukur mengenai hak dan tanggung jawab guru, serta standar persiapan guru.

Rekomendasi tersebut juga memberikan tolok ukur mengenai pendidikan lanjutan, rekrutmen, pekerjaan, dan kondisi kerja guru.

Education International (EI), sebuah federasi yang mewakili pengajaran profesional di seluruh dunia, yakin bahwa Hari Guru Sedunia harus dikenal dan dirayakan di seluruh dunia.

Ilustrasi guru mengajari murid.
Ilustrasi guru mengajari murid. (Freepik)

EI juga percaya bahwa prinsip-prinsip Rekomendasi 1966 dan 1997 harus dipertimbangkan untuk diimplementasikan ke seluruh dunia.

Menurut UNESCO, Hari Guru Sedunia mewakili sebuah kepedulian, pemahaman, dan apresiasi yang ditampilkan demi peran vital guru.

Seperti diketahui, peran guru adalah mengajarkan ilmu pengetahuan dan membangun generasi.

Setiap tahun, peringatan ini memiliki tema yang berbeda-beda.

Adapun tema Hari Guru Sedunia 2021 adalah Teachers at the heart of education recovery.

Artinya yakni Guru di jantung pemulihan pendidikan.

Tema ini akan berfokus pada dukungan yang dibutuhkan para guru dalam proses pemulihan kondisi pandemi Covid-19.

Perayaan Hari Guru Sedunia berlangsung bersamaan dengan gelaran pertemuan Komite Ahli Gabungan ILO-UNESCO tentang Penerapan Rekomendasi tentang Tenaga Pengajar (CEART), yang digelar pada 4-8 Oktober 2021.

Ilustrasi guru mengajar siswa di sekolah.
Ilustrasi guru mengajar siswa di sekolah. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

Perbedaannya dengan Hari Guru Nasional

Selain Hari Guru Sedunia, setiap negara juga punya Hari Guru Nasional masing-masing.

Misalnya, Amerika Serikat yang merayakannya pada minggu pertama Mei.

Contoh lainnya yakni Argentina, Hari Guru dirayakan pada tiap 11 September.

Sementara itu, di Hongkong pada 10 September dan Korea Selatan pada 15 Mei.

Indonesia pun memiliki tanggal peringatan Hari Guru Nasional sendiri, yakni 25 November.

Peringatan Hari Guru Nasional di Indonesia bertepatan dengan berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

PGRI adalah organsasi yang berdiri sejak 1945.

Baru pada 1994, pemerintah lewat Kepres No 78 Tahun 1994 menetapkan tanggal berdirinya PGRI sekaligus jadi Hari Guru Nasional.

Tujuannya sama dengan Hari Guru Sedunia, hanya tanggalnya saja yang berbeda.

Adapun tujuan diperingatinya hari itu adalah untuk mengapresiasi, mendukung, serta mendorong kualitas guru Indonesia.

(TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)

Baca artikel terkait sejarah lainnya di sini

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
sejarah Hari Guru SeduniaHari Guru NasionalUNESCO
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved