Breaking News:

Viral Hari Ini

Pria Turki Ikut Cari Orang Hilang di Hutan, Orang yang Dicari Ternyata Dirinya Sendiri, Ini Kisahnya

Seorang pria di Turki viral setelah ikut dalam pencarian orang hilang di hutan. Pasalnya, orang yang dicari tersebut ternyata adalah dirinya sendiri.

Twitter @vaziyetcomtr
Pria di Turki ikut mencari orang hilang di hutan yang ternyata adalah dirinya sendiri 

Namun ia justru mendapat kenyataan mengejutkan.

"Yang menjadi masalah di sini, sekolah tersebut tidak ada sama sekali di daerah Warukapas kec. Dimembe, Kab. Minahasa Utara (sudah dikonfirmasi langsung ke Hukum Tua desa Warukapas).

Azam Alfarizi Wonggo ungkap ibunya dilantik jadi kepsek tapi sekolahnya tidak ada
Azam Alfarizi Wonggo ungkap ibunya dilantik jadi kepsek tapi sekolahnya tidak ada (Instagram @azamwonggo)

Kemudian, tadi pagi (Selasa, 28 September 2021) ibu saya pergi ke BKD (Badan Kepegawaian Daerah Minahasa Utara) untuk mengkonfirmasi hal tersebut, tetapi jawabannya sangat miris.

Mereka mengatakan bahwa mereka saja baru mengetahui bahwa sekolah itu tidak ada keberadaannya.

Dan lanjutnya, ibu saya harus menunggu 2-3 bulan kedepan untuk pelantikan selanjutnya.

Pertanyaannya "SIAPA YANG MENCIPTAKAN NAMA SEKOLAH TERSEBUT? ADA APA DENGAN PEMERINTAH? ADA APA DENGAN BKD?," lanjutnya.

Dalam postingannya, Azam turut menceritakan perjalanan sang ibu menjadi guru.

Ibu dari Azam ternyata telah mengabdi selama 35 tahun.

"Berbicara tentang syarat dan tanggung jawab, ibu saya sudah memenuhi syarat, ibu saya sudah berbakti selama 35 Tahun dan lulusan Sarjana Golongan IV A/Pembina.

Baca juga: BLUSUKAN Ala Mendikbudristek Nadiem Makarim, Nginap di Rumah Seorang Guru, Semringah Dapat Kamar Ini

Baca juga: VIRAL Guru Digaji Rp 144 Ribu Sebulan, Sang Istri Syok Beber Fakta Ini: Berapapun Itu Disyukuri

Azam Alfarizi Wonggo beber ibunya dilantik jadi kepsek tapi sekolahnya tidak ada
Azam Alfarizi Wonggo beber ibunya dilantik jadi kepsek tapi sekolahnya tidak ada (Instagram @azamwonggo)

Dan selalu mengajar di kelas 6 selama 30 Tahun lamanya, dan 5 Tahun di kelas 1 (tentunya tidak diragukan lagi ilmunya)," terang Azam.

Azam dan keluarga pun menunut keadilan.

Ia berharap pemerintah segera memproses masalah yang dialami sang ibu.

"Kami keluarga menuntut keadilan, karena menurut kami ini adalah suatu penghinaan kepada seorang guru dan kami meminta kepada pemerintah untuk segera memproses pihak-pihak yang terkait dengan kejadian ini.

Terimakasih, mohon bantuan teman teman untuk memviralkan berita ini.

Klabat, 28 September 2021 dari kami anak-anak," tandas Azam.

(TribunStyle.com/Febriana)

Baca artikel lainnya terkait cerita viral di sini

Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved