Breaking News:

Aplikasi PeduliLindungi Bakal Jadi Syarat Wajib Masuk Sekolah, Bagaimana Jika Anak Tidak Punya HP?

Aplikasi PeduliLindungi bakal jadi syarat wajib masuk sekolah, lalu bagaimana jika anak-anak tidak punya HP atau smartphone?

Tribun Cirebon/ Handhika Rahman
Aplikasi PeduliLindungi bakal jadi syarat wajib masuk sekolah, lalu bagaimana jika anak-anak tidak punya HP atau smartphone? 

Klaster baru Covid-19 akibat pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah daerah di Indonesia telah banyak dilaporkan.

Wiku mengingatkan pihak sekolah memperhatikan proses skrining kesehatan, pengaturan kapasitas ruangan, dan jarak antarorang dalam pembelajaran tatap muka.

Selain saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, pihak sekolah juga diminta memperhatikan peluang penularan virus di rumah dan di perjalanan.

Pastikan siswa dan tenaga pengajar disiplin mematuhi protokol kesehatan.

1.296 sekolah dilaporkan mengalami kasus penularan

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terhadap 46.500 sekolah, hingga 20 September 2021 sudah ada 1.296 sekolah melaporkan klaster penyebaran covid-19 saat pembelajaran tatap muka (PTM).

"Kasus penularan itu kira-kira 2,8 persen yang melaporkan," kata Jumeri.

Klaster penyebaran Covid-19 kata Jumeri paling banyak terjadi di SD sebesar 2,78 persen atau 581 sekolah.

Disusul, 252 PAUD, SMP sebanyak 241 sekolah.

Kemudian SMA sebanyak 107 sekolah, SMK 70 sekolah, dan terakhir Sekolah Luar Biasa (SLB) sebanyak 13 sekolah.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved