Breaking News:

Trending Hari Ini

TRAGEDI Kebakaran Lapas Tanggerang, Penuh Sesak Penjara di Indonesia Jadi Sorotan Internasional

Insiden kebakaran di Lapas Tanggerang menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban, jadi sorotan internasional.

Editor: Dhimas Yanuar
Istimewa
Insiden kebakaran di Lapas Tanggerang menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban, jadi sorotan internasional. 

TRIBUNSTYLE.COM - Insiden kebakaran di Lapas Tanggerang menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban.

Saling injak demi menyelematkan diri antara para napi diceritakan oleh warga binaan yang selamat.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang pada Rabu (8/9/2021).

Menurutnya, kebakaran tersebut mengindikasikan adanya masalah-masalah hak asasi manusia (HAM) di dalam penjara.

"Kami turut berduka cita pada keluarga korban. Ini bukan kejadian kebakaran biasa, tapi juga masalah hak asasi manusia. Kejadian ini semakin menunjukkan urgensi untuk mengatasi masalah penjara di Indonesia yang sarat pelanggaran hak-hak asasi manusia," kata Usman dalam keterangannya, Rabu (8/9/2021).

Baca juga: Tragedi Libur Lebaran, Perahu Terbalik di Waduk Kedung Ombo Boyolali, Terungkap Nahkoda Masih Bocah

Baca juga: Kilang Minyak Balongan Indramayu Kebakaran, Ratusan Warga Sekitar Diungsikan, Ini Upaya Pertamina

Suasana Lapas Kelas I Tangerang beberapa jam usai terjadi kebakaran yang terjadi pada Rabu (8/9/2021) dini hari. Sebanyak 41 warga binaan tewas akibat kebakaran yang membakar Blok C 2 Lapas Dewasa Tangerang Klas 1 A pada pukul 01.45 WIB Rabu dini hari.
Suasana Lapas Kelas I Tangerang beberapa jam usai terjadi kebakaran yang terjadi pada Rabu (8/9/2021) dini hari. Sebanyak 41 warga binaan tewas akibat kebakaran yang membakar Blok C 2 Lapas Dewasa Tangerang Klas 1 A pada pukul 01.45 WIB Rabu dini hari. (KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFAL)

Usman pun menjabarkan sejumlah masalah hak asasi manusia yang dialami oleh warga binaan atau narapidana dalam lapas.

Salah satunya, penuh sesaknya penjara yang tentu mengancam hidup dan kesehatan narapidana.

"Mereka juga manusia yang berhak atas kondisi penjara yang layak dan hak atas kesehatan," tuturnya. 

Ia mengingatkan, semua tahanan berhak diperlakukan secara manusiawi dan bermartabat.

Oleh sebab itu, ia menyarankan agar lapas haruslah menyediakan ruang, penerangan, udara dan ventilasi yang memadai.

Halaman
123
Sumber: Tribun Sumsel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved