Breaking News:

Trending Hari Ini

MIRIS Belasan Ribu Anak Indonesia Kehilangan Orangtua Karena Pandemi Covid-19 Selama 2 Tahun Ini

Akibat pandemi Covid-19 selama hampir 2 tahun, belasan ribu anak Indonesia kehilangan orang tuanya.

Editor: Dhimas Yanuar
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
(Ilustrasi) Akibat pandemi Covid-19 selama hampir 2 tahun, belasan ribu anak Indonesia kehilangan orang tuanya. 

"Di antara mereka dan yang kehilangan keduanya, ayahnya meninggal, ibunya juga meninggal. Dan kalau kita baca laporan tersebut bahwa semua ini karena dampak klaster keluarga dan penularan ini bisa dari ibunya, bisa dari ayahnya," tambah Alex.

Jika terdapat anggota keluarga sudah terdeteksi positif corona dan kondisi di rumah tidak memadai untuk isolasi mandiri (isoman), maka sebaiknya segera dirujuk ke isolasi terpusat agar klaster keluarga tidak melebar.

"Karena jika isoman apabila rumahnya tidak memadai, ini salah satu yang berpotensi naiknya klaster keluarga sehingga tak heran jika 1 wilayah kasus tinggi karena penularan dari isoman," katanya.

Apabila masyarakat dinyatakan positif corona, maka pemerintah menganjurkan untuk menjalani isolasi di tempat isolasi terpadu (isoter) dibanding dengan isolasi mandiri (isoman) di kediaman masing-masing.

Alex menjelaskan menjalani isoman di rumah yang tak memadai justru bisa menyebabkan klaster keluarga.

Terlebih jika memiliki anggota keluarga yang rentan seperti lansia dan ibu hamil.

"Bagi mereka yang isoman tapi infrastrukturnya tidak memadai, yang kita khawatirkan nanti terjadi klaster keluarga. Jadi seorang anak yang masih aktif, pulang ke rumah, dia isolasi mandiri dan kemudian positif tapi di rumah itu ada lansia dua orang atau ada ibu hamil. Ini berpotensi mereka sakit, terinfeksi, perburukan. Sehingga, jika di rumah berpotensi klaster lebih baik ke isoter," tutur Alex.

Alex menuturkan, menjalani isolasi di pusat isoter bisa menjadi pencegahan dini dari risiko perburukan gejala.

Sebab, kondisi pasien akan benar-benar dipantau oleh tim medis yang bersiaga di sana.

"Tapi kalau dipindahkan ke isoter, tentu ini akan ada deteksi dini dan pendampingan. Apalagi dari pihak TNI Polri dan dari Kemenkes sudah menyiapkan obat-obatan paket, dan di isoter ini ada tim medis yang memberikan obat-obatan tersebut dan mengantisipasi tersebut. Kalau terjadi perburukan, akan dengan segera bisa dibawa ke RS rujukan," ungkapnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved