Breaking News:

Trending Hari Ini

Varian Delta Belum Usai, Muncul Lagi Varian Baru Covid-19, Hampir di 40 Negara, Disebut Kebal Vaksin

Mutasi Varian Baru Virus Corona Kembali Ditemukan, Muncul Varian Covid-19 Mu yang Disebut Kebal Vaksin dan Terdeteksi di 39 Negara, Ini Faktanya

Editor: Dhimas Yanuar
Medscape
Ini 4 hal yang perlu diketahui tentang virus corona Covid-19 baru varian Mu. 

TRIBUNSTYLE.COM - Ini 4 hal yang perlu diketahui tentang virus corona Covid-19 baru varian Mu.

Mutasi virus corona rupanya masih terus terjadi.

Kali ini Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) menemukan varian baru Covid-19 Mu.

Varian B.1.621 disebut masuk ke dalam variant of interest (VOI).

Varian Covid-19 Mu disebut kebal terhadap orang yang telah divaksinasi sebelumnya.

Dalam laporan Public Health England (PHE), varian Mu ditambahkan ke daftar varian yang sedang diselidiki pada bulan Juli dan menamainya sebagai VUI-21JUL-01.

Varian ini dipantau berdasarkan perilakunya. Sejauh ini, varian Mu belum menimbulkan kekhawatiran sebanyak Alpha dan Delta, yang diklasifikasikan sebagai varian kekhawatiran yang lebih serius.

Baca juga: Varian Baru Virus Covid-19 Terus Muncul, Jangan Khawatir & Pilih-pilih Vaksin, Pastikan Satu Hal Ini

Baca juga: MUNCUL Bahasan Covid-22 hingga Ramai di Twitter, Pakar: Mungkin Lebih Ganas dari Varian Delta

Petugas medis saat menunjukkan vaksin AstraZaneca.
Petugas medis saat menunjukkan vaksin AstraZaneca. (Tribunnews/Jeprima)

Berikut 4 hal yang perlu diketahui tentang virus corona varian Mu:

1. Teridentifikasi pertama di Kolombia

Varian Mu pertama kali teridentifikasi di Kolombia pada Januari 2021.

Para ilmuwan dan pejabat kesehatan masyarakat sedang menelusuri apakah varian Mu lebih menular, atau menyebabkan penyakit yang lebih serius, daripada varian Delta yang dominan di sebagian besar dunia.

Varian Mu, kata WHO, dinilai lebih tahan terhadap vaksin, seperti halnya varian Beta yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan.

2. Terdeteksi di 39 negara

Varian Mu yang juga dikenal sebagai B.1.621, ditambahkan ke daftar pantauan WHO pada 30 Agustus 2021 setelah terdeteksi di 39 negara.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved