Breaking News:

Trending Hari Ini

Fadli Zon Sayangkan Pidato Jokowi Tak Minta Maaf atas Wafatnya 120 Ribu Jiwa Karena Covid-19

Politikus Fadli Zon, sayangkan pidato Presiden Joko Widodo tidak sekalipun menyinggung permintaan maaf atas meninggalnya 120.000 jiwa karena pandemi

Editor: Dhimas Yanuar
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Politikus Partai Gerindra Fadli Zon. 

TRIBUNSTYLE.COM - Politikus Partai Gerindra menyayangkan pidato Presiden Joko Widodo dalam sidang tahunan bersama MPR, tidak sekalipun menyinggung permintaan maaf atas banyaknya korban meninggal akibat wabah Covid-19.  

“Harusnya Presiden Jokowi meminta maaf dan turut berduka cita mewakili pemerintah dan negara atas wafatnya hampir 120.000 warga bangsa kita akibat pandemi Covid-19. Sayang sekali,” tuturnya lewat akun Twitter pribadi, Senin (16/8).

Sebelumnya, pidato Presiden Jokowi menekankan tentang pentingnya kerjasama dalam mengatasi wabah ini. Jokowi juga menyebut, pandemi ibarat api.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut RAPBN 2022 untuk Kesehatan Sebesar Rp 255,3 Triliun

Baca juga: Susul Hotman Paris, Iwan Fals Bersyukur Jokowi Turunkan Harga PCR: Alhamdulillah, Kalau Bisa Gratis

Presiden Joko Widodo.
Presiden Joko Widodo. (YouTube Sekretariat Presiden)

"Kalau bisa, kita hindari, tetapi jika hal itu tetap terjadi, banyak hal yang bisa kita pelajari. Api memang membakar, tetapi juga sekaligus menerangi. Kalau terkendali, dia menginspirasi dan memotivasi. Dia menyakitkan, tetapi sekaligus juga menguatkan,” kata Presiden Jokowi.

“Kita ingin pandemi ini menerangi kita untuk mawas diri, memperbaiki diri, dan menguatkan diri, dalam menghadapi tantangan masa depan.”

Presiden Jokowi menuturkan, Pandemi Covid-19 seperti halnya kawah candradimuka yang menguji, yang mengajarkan, dan sekaligus mengasah.

“Pandemi memberikan beban yang berat kepada kita, beban yang penuh dengan risiko, dan memaksa kita untuk menghadapi dan mengelolanya. Semua pilar kehidupan kita diuji, semua pilar kekuatan kita diasah,” ujarnya.

“Ketabahan, kesabaran, ketahanan, kebersamaan, kepandaian, dan kecepatan kita, semuanya diuji dan sekaligus diasah.”

Bagi Presiden Jokowi, ujian dan asahan menjadi dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Sebab, bukan hanya memberikan beban tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki diri.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved