Breaking News:

Tokoh Viral Hari Ini

Profil Naomi Osaka, Petenis Jepang yang Nyalakan Api Olimpiade Tokyo, Berprestasi Tapi Alami Depresi

Inilah profil Naomi Osaka, petenis Jepang yang nyalakan api Olimpiade Tokyo. Atlet berprestasi yang sempat alami depresi.

Tayang:
Instagram/@naomiosaka
Profil Naomi Osaka 

Reporter: Amirul Muttaqin

TRIBUNSTYLE.COM - Inilah profil Naomi Osaka, petenis Jepang yang nyalakan api Olimpiade Tokyo. Atlet berprestasi yang sempat alami depresi.

Naomi Osaka merupakan petenis wanita asal Jepang yang memiliki segudang prestasi.

Namanya menjadi sorotan setelah didapuk menjadi pembawa obor terakhir sekaligus menyalakan api dalam pembukaan Olimpiade Tokyo, Jumat, 23 Juli 2021.

Dikutip dari berbagai sumber, inilah profil Naomi Osaka selengkapnya.

Baca juga: 5 Artis yang Ternyata Dulunya Adalah Seorang Atlet, dari Denny Sumargo hingga Ariel Noah

Baca juga: Kalahkan The Rock & Lionel Messi, Ronaldo Jadi Manusia Pertama Capai 300 Juta Pengikut di Instagram

Profil Naomi Osaka
Profil Naomi Osaka (via Kompas.com)

Biodata

Naomi Osaka lahir di Chouku, Osaka, Jepang pada 16 Oktober 1997.

Ia merupakan putri dari pasangan Tamaki Osaka yang berasal dari Hokkaido dan Leonard Francois yang berasal dari Haiti.

Naomi memiliki kakak perempuan bernama Mari yang merupakan mantan pemain tenis profesional.

Perjalanan karier

Naomi Osaka dan keluarganya pindah ke Amerika Serikat sejak dirinya masih kecil.

Ia berlatih tenis sejak umur tiga tahun bersama ayah dan kakaknya.

Namanya mulai menjadi sorotan pada usia 16 tahun ketika mengalahkan mantan juara AS Terbuka Samantha Stosur dalam debut WTA Tour-nya di Stanford Classic pada 2014.

Dua tahun kemudian, ia mencapai final WTA pertamanya di Pan Pacific Open 2016 di Jepang untuk masuk 50 besar peringkat WTA.

Di lapangan, Naomi saka memiliki gaya bermain agresif dengan servis kuat yang bisa mencapai 201 kilometer per jam.

Ia kemudian masuk dalam jajaran petenis wanita papan atas setelah memenangkan gelar WTA pertamanya di Indian Wells Open pada 2018.

Pada tahun yang sama, Naomi mengalahkan juara tunggal Grand Slam 23 kali Serena Williams di final AS Terbuka untuk menjadi pemain Jepang pertama yang memenangkan gelar tunggal Grand Slam.

Sejak saat itu, ia telah memenangkan gelar tunggal Grand Slam dalam empat tahun berturut-turut.

Profil Naomi Osaka
Profil Naomi Osaka (Instagram/naomiosaka)

Naomi Osaka telah menduduki peringkat pertama Women's Tennis Association (WTA) dan merupakan pemain Asia pertama yang memegang peringkat teratas di nomor tunggal.

Ia merupakan juara tunggal Grand Slam empat kali, dan juara bertahan di AS Terbuka dan Australia Terbuka.

Tujuh gelarnya di Tur WTA juga termasuk dua di level Premier Mandatory.

Di AS Terbuka 2018 dan Australia Terbuka 2019, Naomi memenangkan dua gelar tunggal Grand Slam pertamanya di turnamen Grand Slam berturut-turut, dan merupakan pemain pertama yang mencapai prestasi ini sejak Jennifer Capriati pada 2001.

Ia juga menjadi yang pertama wanita untuk memenangkan gelar tunggal Grand Slam berturut-turut sejak Serena Williams pada tahun 2015.

Baca juga: Profil Christian Eriksen, Biodata dan Perjalanan Karier Pemain Denmark yang Kolaps di Laga Euro 2020

Baca juga: Profil Ezra Walian, Pemain Naturalisasi yang Kembali Bela Timnas Indonesia

Keberhasilan Naomi Osaka meraih sederet gelar bergengsi membuat dirinya menjadi salah satu atlet paling laku di dunia.

Ia menempati peringkat kedelapan di antara semua atlet dalam pendapatan endorsement pada tahun 2020.

Naomi juga merupakan atlet wanita berpenghasilan tertinggi sepanjang masa berdasarkan pendapatan tahunan tahun itu.

Ia telah mendapatkan pengakuan yang signifikan sebagai seorang aktivis, setelah menunjukkan dukungan untuk gerakan Black Lives Matter dalam hubungannya dengan pertandingannya.

Naomi dinobatkan sebagai salah satu Sports Illustrated Sportspersons of the Year 2020 untuk aktivismenya yang sebagian besar menjadi bagian dari kejuaraan AS Terbuka.

Ia juga masuk dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia oleh Time pada 2019 dan 2020.

Selain itu, Naomi adalah Olahragawan Wanita Terbaik Dunia Laureus pada 2021. 

Profil Naomi Osaka
Profil Naomi Osaka (William WEST / AFP via Kompas.com)

Dibalik kecemerlangan kariernya, Naomi Osaka memiliki cerita sedih terkait depresi yang dialaminya.

Ia memilih mengundurkan diri dari French Open 202a setelah panitia penyelenggara turnamen mengancamnya dengan denda sebesar 15 ribu dolar AS (sekitar Rp214 juta) dan mengeluarkannya dari turnamen karena enggan menghadiri semua konferensi pers di Roland Garros karena masalah kesehatan mental. 

Dalam pernyataan resminya melalui media sosial, Naomi mengaku telah mengalami depresi sejak menjuarai US Open 2018.

Petenis berusia 23 tahun itu juga mengatakan bahwa sesi konferensi pers membuatnya mendapatkan gelombang rasa cemas yang besar.

"Sejujurnya, saya telah menderita depresi cukup lama semenjak US Open 2018 dan saya kesulitan mengatasi masalah itu," tulis Naomi Osaka.

Meskipun wartawan tenis selalu baik kepada saya, saya bukanlah sosok yang natural dalam berbicara ke publik dan saya mendapatkan gelombang rasa cemas yang besar sebelum saya bicara kepada media dunia.

Jadi, saya pikir lebih baik saya melatih self-care dan absen dari konferesi pers.

Saya mengumumkannya terlebih dulu karena saya merasa peraturannya agak ketinggalan zaman di beberapa bagian dan saya ingin menyoroti itu," tulis Naomi Osaka.

(Tribunstyle/ Amr).

Baca artikel lainnya tentang Naomi Osaka di sini..

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
Naomi OsakaJepangdepresiAmirul Muttaqin
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved