Breaking News:

Virus Corona

Lonjakan Kasus Tertinggi di Asia Melebihi India, Indonesia Jadi Pusat Covid-19, Vaksin Disalahkan

Indonesia pusat Covid-19 kalahkan India, vaksin disalahkan, hingga lonjakan kasus tertinggi di Asia, ini jawaban dari Kemenkes

Tribun Bali/Rizal Fanany
Indonesia pusat Covid-19 kalahkan India, vaksin disalahkan, hingga lonjakan kasus tertinggi di Asia, ini jawaban dari Kemenkes 

Sementara di India, hanya pada angka 26 kasus per satu juta penduduk.

Angka-angka tersebut tidak memperhitungkan catatan pengujian dan tracing yang buruk di Indonesia.

Penghitungan virus corona India secara kumulatif, masih tertinggi di Asia dengan 30,9 juta kasus dan 410.784 kematian.

Indonesia mengikuti dengan angka 2.615.529 kasus dan 68.219 kematian.

Namun, angka kasus di India terus turun dari puncaknya di bulan Mei.

Sedangkan di Indonesia sejak awal pandemi, belum menunjukkan tanda-tanda melambat.

Baca juga: Bolehkan Minum Susu Beruang Setelah Suntik Vaksin Covid-19? Jaga Kondisi Tubuh Setelah Vaksin!

Baca juga: Waspada Kasus Penipuan Penjualan Tabung Oksigen, Relawan Siaga Satgas Covid-19 Beri Klarifikasi

Seorang pria berdiri di tengah pembakaran para korban yang kehilangan nyawa karena virus Corona Covid-19 di tempat kremasi di New Delhi India pada 26 April 2021.
Seorang pria berdiri di tengah pembakaran para korban yang kehilangan nyawa karena virus Corona Covid-19 di tempat kremasi di New Delhi India pada 26 April 2021. (Money SHARMA / AFP)

Penjelasan Menkes Budi Sadikin

Budi Sadikin, Menteri Kesehatan Indonesia, mengatakan bahwa tingkat hunian tempat tidur di Rumah Sakit untuk pasien Covid-19 di 12 provinsi telah melampaui 70 persen.

Yang setengahnya berada di Jawa dan sisanya di pulau-pulau besar Indonesia lainnya.

Tingkat hunian rumah sakit mendekati 90 persen berada di Jakarta, meskipun beberapa fasilitas telah diubah menjadi rumah sakit khusus pasien corona.

Menurut Sadikin, pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan skenario menghadapi peningkatan kasus sampai 30 persen selama dua minggu ke depan.

Termasuk mengubah lebih banyak tempat tidur rumah sakit biasa, menjadi fasilitas perawatan untuk Covid-19.

Pada awal tahun ini, Pemerintah Indonesia menetapkan 30 persen dari 400.000 tempat tidur rumah sakit secara nasional untuk perawatan Covid-19.

Tetapi semuanya cepat terisi setelah mudik dan liburan Idul Fitri pada bulan Mei, ketika varian delta yang lebih menular menyebar ke seluruh negeri.

Halaman
123
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved