Breaking News:

SOSOK Munib Al-Masri, Orang Terkaya di Palestina, Punya Kekayaan Fantastis, Terkuak Sumber Uangnya

Munib Al-Masri, sosok pria yang dijuluki sebagai orang terkaya di Palestina, punya kekayaan fantastis, inilah sumber uangnya!

The Jerusalem Post
Munib Al-masri, orang terkaya di Palestina. 

Ibunya menanggung beban membesarkan dia dan saudara-saudaranya karena ayahnya, yang adalah seorang pengusaha dan mukhtar (pemimpin lokal), meninggal ketika dia berusia dua tahun.

Ketika membesarkan dirinya dan saudara-saudaranya, ibunya menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama.

Sang ibu selalu memastikan bahwa mereka semua belajar dengan giat dan menyelesaikan pekerjaan rumah mereka.

Pada tahun 1948, perang pecah di wilayah itu dan membuat kehidupan Masri yang berusia 14 tahun terperosok jauh.

Sekolah dibatalkan dan serangan udara setiap hari memaksa bocah itu dan anggota keluarganya untuk mencari perlindungan di gua terdekat.

“Pilot Israel datang dengan pesawat untuk mengebom. Ada satu atau dua serangan udara setiap hari, biasanya sekitar jam 6 pagi,” kata Masri seperti dikutip dari Intisari Hidup di Negara Berkonflik, Siapa Sangka Inilah Sosok Orang Terkaya di Palestina, Segini Jumlah Kekayaannya dan Begini Caranya Mendapatkan Uang

Karena perang, seperti warga Palestina lainnya, Masri dan keluarganya pindah ke Aley, Lebanon, untuk melanjutkan studinya.

Meski tinggal di Lebanon, hidup Masri hanya untuk Palestina dan dia berjanji akan berjuang untuk rakyat Palestina.

"Semua yang ingin saya lakukan dalam hidup saya adalah untuk membebaskan Palestina."

"Saya ingin tahu bagaimana saya bisa melawan Israel dan mendapatkan kembali tanah kami,” kenangnya dengan tegas.

Setelah lulus SMA, Masri memutuskan untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Amerika Serikat (AS).

Selama studinya di pertengahan 1950-an, Masri menjadi aktif secara politik dan bergabung dengan kelompok pro-Palestina di kampus, yang sering bentrok dengan organisasi pro-Israel.

Kembali ke Timur Tengah, Masri menggunakan pengetahuan geolokasinya dan mulai memetakan Tepi Barat dan Yordania, lalu mencari air dan minyak.

Pada tahun 1956, ia mendirikan perusahaan sendiri, yang mengkhususkan diri dalam berbagai perdagangan, termasuk eksplorasi sumber daya alam.

Halaman
123
Sumber: Intisari
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved