Breaking News:

APESNYA Nasib Gadis ABG, Jual Motor Ayah Demi Temui Teman Pria, Setibanya di Jakarta Malah Ditolak

Viral kisah gadis ABG nekat jual motor ayah demi temui teman prianya, setibanya di Jakarta malah ditolak.

Instagram @duniapunyacerita
Viral gadis nekat jual motor ayah demi pergi ke Jakarta temui teman prianya. 

Namun, bagaimana jika kecanduan game ini terjadi pada anak-anak?

Pasalnya, banyak orang tua membiarkan anak-anaknya untuk berlama-lama berkutat dengan gadget.

Pada anak, gadget lebih sering digunakan untuk bermain game.

Psikiater dari RSJD Surakarta, dr. Aliyah Himawati, memberikan penjelasan mengenai hal itu.

Menurutnya, para orang tua perlu memerhatikan anaknya agar tidak kecanduan gadget.

Hal itu ia sampaikan melalui video obrolan virtual di kanal YouTube Tribunnews.com pada Kamis (25/6/2020).

Adapun tanda-tanda anak kecanduan game menurut dr. Aliyah, yakni sebagai berikut.

1. Bermain Game Secara Berlebihan

Ada tiga hal utama yang menjadi ukuran anak berlebihan main game, antara lain adalah frekuensi, durasi, dan intensitas.

"Ada beberapa hal yang harus kita lihat atau kita cermati yang pertama adalah bermain game atau memegang gadget secara berlebihan baik frekuensinya, durasinya maupun intensitasnya," tutur Aliyah.

2. Susah Menentukan Prioritas

Kedua, lanjut dr. Aliyah, anak lebih memprioritaskan bermain game daripada tugas utamanya.

"Kalau anak sekolah ya mungkin tugasnya adalah menyelesaikan tugas-tugas sekolah, karena dia sangat senang dengan gamenya itu tugas-tugas itu terabaikan, itu perlu perhatian karena ini salah satu tanda dari kecanduan itu," ungkapnya.

3. Tetap Lanjut Main Game Meski Kelelahan

Tanda anak kecanduan game atau gadget berikutnya adalah tetap melanjutkan bermain meski dampak fisik sudah terjadi.

Maksudnya adalah jika anak tetap memaksakan bermain game meski sudah terlihat kelelahan, itu termasuk tanda-tanda kecanduan.

"Yang ketiga tetap melakukan permainan atau tetap memegang gadget ini meskipun dampak fisiknya sudah muncul, sudah muncul kelelahan tapi ditahan," kata Aliyah.

"Tapi ditahannya itu sampai sudah ngantuk tapi ditahan tapi tidak tidur karena seru ini gamenya dan berlanjut-lanjut sampai berkurang, perutnya lapar tapi keasikan sama gamenya sehingga dia juga menunda makannya," imbuhnya.

Dampak Kecanduan Game Terhadap Fisik Anak

Selanjutnya, dr. Aliyah menerangkan terkait WHO yang sudah menetapkan kecanduan game termasuk gangguan mental.

Sehubungan dengan hal tersebut, ia menjelaskan bahwa kecanduan game itu merangsang perilaku untuk terus menerus melakukan permainan itu.

Rangsangan itu menuju ke pusat brain reward system, yang mana terdiri dari system limbic, nucleus accumbent, dan ventral tagmental area (VTA).

Akibatnya, terjadi gangguan dopamin yang menyebabkan konsentrasi susah dialihkan, gangguan emosi, hingga halusinasi.

Adapun dampak kecanduan game terhadap fisik anak, antara lain:

- gangguan makan;

- gangguan tidur;

- gangguan bersosialisasi;

- bolos sekolah;

- kejang-kejang;

- gangguan emosi.

Pada kesempatan itu, salah seorang pembawa acara menanyakan kepada dr. Aliyah mengenai anak yang sering menonton YouTube sambil makan malah lahap.

Apakah itu termasuk gangguan fisik akibat kecanduan gadget?

"Iya, ketika ia (anak) melihat YouTube, lagu, kemudian disuapin, habisnya banyak, tapi dia tidak memahami proses memakan itu, konsentrasi dia adalah di lagu, bukan di makanan," jawab Aliyah.

"Sehingga nanti ini akan berdampak, bagaimana dia memahami fungsi dari makan itu, karena pada anak-anak terutama masih 2 tahun, di bawah 5 tahun itu proses makan adalam proses belajar," imbuhnya.

Kondisi saat Pandemi

Lebih lanjut, dr. Aliyah menjelaskan terkait pembelajaran anak di tengah pandemi Covid-19.

Menurutnya, pada saat kondisi di mana proses belajar anak banyak dilakukan secara daring dari rumah, peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anak.

Hal itu berlaku untuk anak baik dari usia di bawah 5 tahun, usia SD, bahkan sampai SMA.

Tujuannya supaya anak tidak terjerumus dalam kecanduan.

(Tribun Sumsel/TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)

Baca juga: Cara Mengatasi Anak yang Kecanduan Gadget Menurut Psikiater, Orang Tua Punya Peran Penting

Baca juga: Stop Sekarang Juga! Ini 6 Dampak Buruk Kecanduan Sosial Media Bagi Remaja

#game #viral #Jambi

Ikuti kami di
Editor: Apriantiara Rahmawati Susma
Sumber: Tribun Sumsel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved