Breaking News:

Tukang Tambal Ban di Boyolali Harus Ikhlas Tak Jadi Naik Haji Karena Pandemi, Sudah 23 Tahun Nabung

Sudah menabung 23 tahun, seorang tukang tambal ban asal Nepen, Teras, Boyolali harus rela tak jadi berangkat ke tanah suci.

Tribunsolo.com/Mardon Widiyanto
Anantono bin Mangun Sujud (51) dan istrinya Sarmi Handayani (47) yang merupakan warga Dukuh Kembangsari RT 2, RW 1 Desa Nepen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali menjadi calon haji, Jumat (4/6/2021) 

TRIBUNSTYLE.COM - Sudah menabung 23 tahun, seorang tukang tambal ban asal Nepen, Teras, Boyolali harus rela tak jadi berangkat ke tanah suci.

Nasib yang dialami pria ini terkait dengan kebijakan Kementerian Agama soal pembatalan pemberangkatan jamaah haji Indonesia di tahun ini.

Pria tersebut bernama Anantono (51), Warga Dukuh Kembangsari, Nepen RT 2, RW 1 Teras Boyolali.

Pria yang biasa disapa Tono mengatakan awalnya dirinya dan sang istri, Sarmi Handayani (47) sudah mempunyai rencana untuk berangkat ke tanah suci sejak 1998.

Anantono bin Mangun Sujud (51) dan istrinya Sarmi Handayani (47) yang merupakan warga Dukuh Kembangsari RT 2, RW 1 Desa Nepen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali menjadi calon haji, Jumat (4/6/2021)
Anantono bin Mangun Sujud (51) dan istrinya Sarmi Handayani (47) yang merupakan warga Dukuh Kembangsari RT 2, RW 1 Desa Nepen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali menjadi calon haji, Jumat (4/6/2021) (Tribunsolo.com/Mardon Widiyanto)

"Awalnya di tahun 1998, saya dan istri berkeinginan untuk naik haji, saat itu saya masih bekerja supir truk di pelabuhan," kata Tono, saat ditemui TribunSolo.com dirumahnya, Jum'at (4/6/2021).

Tono menceritakan pada tahun 2002 dia pulang ke Boyolali dan bekerja sebagai tukang tambal ban di Pasar Nepen, Desa Nepen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali.

Penghasilan dari pekerjaan dirinya sebagai supir hingga tukang tambal ban ia tabung untuk bisa naik haji.

Baca juga: Akui 2 Kali Gagal dalam Pernikahan, Desy Ratnasari: Udah Pakai Hijab, Haji, Masih Gak Bener Hidupku

"Namun, tahun 2009 saya dan istri mengalami kecelakaan yang membuat salah satu kaki istri saya patah tulang," ujar Tono dikutip dari artikel Tribun Solo berjudul 'Kisah Tukang Tambal Ban Asal Boyolali, Nabung untuk Haji dari Tahun 1998, Kini Batal karena Pandemi'.

Tono mengatakan, pasca kecelakaan itu, istrinya harus menjalani operasi pemasangan pen pada tulang kakinya.

Hal ini membuat, Tono tak berani membawa istrinya, dan dirinya mendaftarkan dirinya untuk naik haji di tahun 2010.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Delta Lidina Putri
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved