Breaking News:

Virus Corona

Warga Solo yang Antar Lansia Vaksin Covid-19, Bakal Dapat Bonus dari Pemkot, Syaratnya Hanya 3 Ini

Pemerintah Kota Solo siapkan bonus bagi pengantar lansia untuk lakukan vaksinasi Covid-19. Ini 3 syarat mudahnya.

Penulis: Octavia Monalisa
Editor: Dhimas Yanuar
Shutterstock /BaLL Lunla
Ilustrasi lansia terima vaksinasi Covid-19 

Reporter: Octavia Monalisa

TRIBUNSTYLE.COM - Pemerintah Kota Solo berikan bonus khusus untuk warga yang mengantar lansia mengikuti vaksinasi Covid-19.

Sama halnya daerah lain, Kota Solo juga terus melakukan percepatan dalam vaksinasi Covid-19 untuk warganya.

Salah satunya, Pemkot Solo memberikan fokus khusus pada para lansia untuk segera mendapatkan vaksin Covid-19.

Salah satunya, Pemkot Solo memberikan bonus khusus untuk warganya yang bersedia mengantar lansia untuk melakukan vaksinasi Covid-19.

Aturan bonus tersebut diatur dalam Surat Edaran (SE) Menteri Kesehatan Nomor 421.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan ada syarat khusus untuk bisa menjadi pengantar lansia.

Baca juga: Sempat Positif Covid-19, Mona Ratuliu Beber Momen Menyayat Hati: Bayangin Bayi Harus Hampiri Ibunya

Baca juga: Perokok Rentan Terkena Covid-19, dari Harus Dirawat di RS, Pakai Ventilator hingga Berujung Kematian

Ilustrasi pasangan lansia.
Ilustrasi pasangan lansia. (Tribunnews.com)

Salah satunya, pengantar lansia untuk melakukan vaksinasi Covid-19 harus berasal dari keluarga atau pun kader kesehatan setempat.

"Jadi tiap satu orang yang mengantar dan mendampingi 2 orang lansia untuk vaksinasi bisa mendapat vaksin," kata Siti, Jumat (4/6/2021), dikutip dari TribunSolo.com.

Siti juga menambahkan, lansia yang hendak mengikuti vaksinasi Covid-19 harus melakukan pendaftaran lebih dulu.

Lansia calon penerima vaksin Covid-19 ini bisa melakukan pendaftaran melalui faskes vaksinasi di rumah sakit atau puskesma.

Sementara itu, pengantar lansia jug aharus memenuhi tiga syarat utama.

Berikut tiga syarat bagi pengantar lansia untuk melakukan vaksinasi Covid-19.

1. Pendamping adalah keluarga, saudara, kader kesehatan

2. Berusia 18 sampai dengan 49 tahun

3. Warga ber-KTP Solo

Penetapan usia bagi pengantar lansia ini rupanya ada alasan khusus.

Siti menyebutkan bahwa nantinya mereka yang berusia 50 hingga 60 tahun akan masuk dalam program lain.

Sehingga diharapkan proses vaksinasi Covid-19 untuk warga Solo dapat segera terpenuhi.

"Karena nanti yang berusia 50 sampai 60 tahun, kita ikutkan program yang lain sehingga lebih cepat," ungkap dia.

"Untuk kelompok pra lansia, usia 50 sampai 60 tahun, tidak berlaku bonus. Kita harapkan bisa datang sendiri," tambahnya

Baca juga: IKUT Reuni di Tengah Pandemi, 3 Lansia Positif Covid-19, Kepala DKK Gemas: Udah Tua Kumpul-kumpul

Sementara itu, kelompok pra lansia yang ikut vaksinasi juga harus memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan.

Berikut tiga syarat bagi calon penerima vaksin Covid-19 untuk usia pra lansia.

1. Warga ber-KTP Solo

2. Usia di atas 50 tahun

3. Membawa KTP asli dan fotokopi saat pelaksanaan

Jangan Takut, 7 Efek Samping Suntik Vaksin Covid-19 Bisa Sembuh Sendiri, Cukup Lakukan Hal Mudah Ini

Hingga kini proses vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat Indonesia masih terus dilakukan pemerintah.

Tak dipungkiri setelah disuntik vaksin Covid-19, akan ada efek samping yang dirasakan di dalam tubuh.

Namun jangan khawatir, pasalnya efek samping penyuntikan vaksin Covid-19 tersebut dapat berangsur pulih.

Sedikitnya ada tujuh efek samping yang sering dirasakan banyak orang setelah suntik vaksin Covid-19.

Lantas apa yang harus dilakukan saat merasakan efek samping vaksin Covid-19 tersebut?

Vaksin virus corona Covid-19.
Vaksin virus corona Covid-19. (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Mengutip dari Kompas.com, Katherine L. Baumgarten, direktur medis pencegahan infeksi di Ochsner Health di New Orleans menjelaskan efek samping vaksin Covid-19 tersebut menandakan sistem kekebalan tubuh seseorang sedang bekerja.

Rasanya memang tidak nyaman, namun reaksi tersebut menunjukkan jika tubuh merespons untuk membangun kekebalan.

"Rasanya memang tidak nyaman, tapi efek samping memberi tahu bahwa tubuh sedang membangun respons kekebalan,” kata Baumgarten.

Masih mengutip dari Kompas.com, berikut tujuh efek samping vaksin Covid-19 dan cara mengatasinya.

1. Lengan sakit

Sejauh ini, efek samping yang paling umum adalah lengan terasa sakit, terutama saat jarum suntik Covid-19 dimasukkan.

Beberapa orang mengatakan, sehabis menerima vaksin Covid-19 lengan juga mengalami kemerahan dan sedikit bengkak.

Tak sedikit yang merasakan nyeri atau linu di lengan setelah suntik vaksin Covid-19.

Cara terbaik untuk meredakan nyeri lengan adalah dengan meletakkan sesuatu yang dingin, seperti waslap basah atau kompres es, pada area suntikan.

2. Demam

Pada beberapa orang, efek samping suntik vaksin Covid-19 berupa demam.

Efek samping demam ini baru muncul setelah menerima dosis kedua.

Hal ini dikarenakan sistem kekebalan lebih siap daripada saat pertama kali menerima vaksin Covid-19 sehingga bekerja lebih tinggi.

Demam biasanya sembuh dalam satu atau dua hari.

Tidak direkomendasikan mengonsumsi obat penghilang rasa sakit sebelum menerima vaksin dosis kedua.

Alasannya karena dikhawatirkan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas dapat mengganggu kerja vaksin Covid-19 di dalam tubuh.

"Setelah mendapat suntikan baru boleh menggunakan pereda nyeri jika efeknya melemahkan atau sulit ditoleransi," kata Baumgarten.

Jika mengalami demam pasca suntik vaksin Covid-19, istirahatlah dan minum banyak cairan.

Hubungi dokter Anda jika ada efek samping yang memburuk setelah 24 jam atau tidak hilang dalam 72 jam.

3. Kelelahan

Beberapa orang ada yang mengalami kelelahan setelah mendapatkan vaksin Covid-19.

Tak perlu khawatir, ini adalah efek samping yang wajar terjadi.

Hal yang perlu Anda lakukan adalah tetap rileks dan beristirahat yang cukup.

"Santai saja dan istirahatlah saat membutuhkannya, terutama ketika merasa lelah," saran Baumgarten.

4. Sakit kepala

Beberapa orang salah mengira efek samping vaksin Covid-19 seperti sakit kepala.

Namun rupanya perkiraan ini salah kaprah.

"Ini salah.

Vaksin Covid-19 tidak menyebabkan seseorang terinfeksi karena tidak ada virus hidup di dalamnya," kata Sharieff.

Memang tetap ada kemungkinan untuk seseorang terinfeksi Covid-19 setelah menerima vaksin.

Tetapi penyebabnya bukan karena vaksin.

Alasan lebih tepatnya karena tubuh benar-benar terpapar virus sebelum mendapatkan vaksin atau sistem kekebalan belum memiliki kesempatan untuk meningkat.

Sakit kepala biasanya terjadi setelah mendapat vaksin Covid-19 dosis kedua.

Obat terbaik adalah obat pereda nyeri.

Namun perlu diingat jangan asal mengkonsumi obat pereda nyeri.

Presiden Joko Widodo disuntik vaksin Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (13/1/2021).
Presiden Joko Widodo disuntik vaksin Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (13/1/2021). (Tribunnews/HO/Biro Pers Setpres/Muchlis Jr)

5. Mual

Sekitar 3,5 persen orang mengeluh mengalami mual setelah mendapat vaksin Covid-19 dosis kedua.

Beberapa bahkan ada yang sampai muntah.

Apabila terasa mual setelah menerima vaksin, cobalah untuk tetap terhidrasi dengan baik dan cari solusi yang sebelumnya berhasil mengatasi mual.

6. Nyeri otot

Beberapa orang melaporkan nyeri tubuh dan nyeri otot setelah menerima vaksin Covid-19 dosis kedua.

"Jika rasa nyeri menjadi semakin parah, cobalah minum pereda nyeri yang sama untuk sakit kepala," kata Baumgarten.

7. Kelenjar getah bening bengkak

Tidak seperti efek samping vaksin lain yang biasanya hanya bertahan satu atau dua hari, pembengkakan kelenjar getah bening akibat suntik vaksin Covid-19 membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk hilang.

"Berdasarkan pengalaman, pembengkakan kelenjar getah bening efeknya hilang selama beberapa minggu,” kata Baumgarten.

Para ahli merekomendasikan untuk menunda mendapatkan mammogram atau pemeriksaan pembengkakan kelenjar getah bening selama 4-6 minggu setelah vaksin Covid-19.

Sebab pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak dapat menyebabkan hasil positif palsu pada mammogram.

Jika pembengkakan terasa nyeri, cobalah minum obat pereda nyeri yang dijual bebas.

(TribunStyle.com/OctaviaMonalisa)

#vaksinCovid-19 #lansia

Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved