Breaking News:

Tokoh Viral Hari Ini

Kritik Buku Bajakan Dijual di E-commerce, Kenapa Tere Liye Tuai Kontraversi? Simak Fakta-faktanya

Penulis Tere Liye jadi sorotan lantaran kritik buku bajakan yang dijual di E-commerce. Namun justru tuai kontraversi. Simak fakta-faktanya.

Tribun Timur
Tere Liye 

Tuai Pro Kontra

Unggahan akun @harisFQ juga menuai pro kontra.

Sebagian netter menyatakan dukungan pada Tere Liye.

Namun ada juga yang memihak pada @harisFQ.

"Tere Liye bisa menemukan kata-kata yang lebih baik.

Tapi twit ini mengganti prioritas masalahnya, menunjuk pada masalah yang kurang penting," tulis akun @hasssnnnaaa.

"Gue kalau jadi Tere Liye juga bakal marah kayak gitu sih, biar ketampar semua orang yang beli buku bajakan, kalau bisa sampai proses hukum yang jual ecommerce," tulis @indisguiseside.

"Temenku yang udah kuliah aja ada yang belum bisa bedain buku bajakan, tapi kata-kata Tere Liye ini terlalu kasar sih," tulis @sshimmeringg.

Maraknya buku bajakan yang dijual di laman-laman e-commerce mengundang reaksi keras dari salah satu penulis Indonesia, Tere Liye.

Tanggapan E-commerce atas penjualan buku bajakan

Pihak E-commerce menanggapi soal isu penjualan buku bajakan di platform-nya.

Dikutip dari kompas.com dari artikel berjudul "Ramai Tere Liye Kritik Buku Bajakan di E-commerce, Ini Kata Tokopedia dan Lazada", Tokopedia dan Lazada memberi respon terkait isu ini.

Ekhel Chandra Wijaya, External Communications Senior Lead Tokopedia, mengatakan bahwa pihak Tokopedia selalu berusaha menjaga agar aktivitas dalam platformnya tak melanggar aturan hukum.

"Tokopedia selalu menindak tegas segala bentuk penyalahgunaan platform Tokopedia dan/atau pelanggaran hukum yang berlaku di Indonesia.

Saat ini, kami terus menindaklanjuti laporan tersebut sesuai prosedur," kata Ekhel seperti dikutip dari kompas.com.

"Kami juga memiliki fitur Pelaporan Penyalahgunaan, di mana masyarakat dapat melaporkan produk yang melanggar, baik aturan penggunaan platform Tokopedia maupun hukum yang berlaku di Indonesia," lanjutnya Ekhel.

Cara pelaporan dapat dilihat di https://www.tokopedia.com/help.

Lazada juga menanggapi hal ini.

Ferry Kusnowo selaku Chief Customer Officer Lazada Indonesia mengaku telah menerapkan perlindungan hak kekayaan intelektual secara serius sesuai dengan ketentuan yang ada di Indonesia.

"Kami mewajibkan semua penjual untuk memastikan bahwa mereka tidak melanggar hak kekayaan intelektual (termasuk hak cipta) milik pihak ketiga mana pun pada saat berjualan di Lazada," kata Ferry, dikutip dari kompas.com.

Baca juga: Tom Hanks hingga Britney Spears, 5 Artis Hollywood Ini Ternyata Penulis Buku Cerita dan Novel

Baca juga: Profil JK Rowling, Penulis Harry Potter yang Trending di Twitter Gegara Kontroversi Buku Terbarunya

Ikuti kami di
Penulis: Hanna Suliatun
Editor: Dhimas Yanuar
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved