Breaking News:

SESAL Eks Tentara Israel Serang Palestina, Selama Ini Merasa Didustai: 'Saya Seperti Meneror Orang'

Pengakuan mantan tentara Israel selama ini merasa dibohongi, bongkar misi utama hingga penderitaan rakyat Palestina.

YouTube Cordova Media dan AP Photo/Hatem Moussa
Pengakuan mantan tentara Israel serang Palestina, bongkar fakta ini. 

“I realized after seeing a lot of perspective that they looked at me, there were boots, army uniforms, helmets, 6 bags of ammunition, 2 grenades in my hand

(Saya menyadari setelah melihat banyak perspektif bahwa mereka melihat saya, ada sepatu bot, seragam tentara, helm, 6 kantong amunisi, 2 granat di tangan saya),” 

“But I didn't realize it at the time and I really didn't understand it. (Tetapi saya tidak menyadarinya pada saat itu dan saya benar-benar tidak memahaminya)” ujar Eran Efrati.

Kendati begitu, dari sana Eran segera menyadari bahwa pekerjaannya bukan untuk melindungi siapa pun.

Eran merasa pekerjaan yang harus ia ikuti bertolak belakang dengan hati nuraninya.

Ia juga sadar dan terketuk hatinya untuk mengkritisi penjajahan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina.

Bahkan dalam wawancara tersebut, mantan tentara Israel itu kini membeberkan fakta dan misi utama tentara Israel tersebut.

Setelah menyadari ada sesuatu yang salah pada dirinya, ia menyadari pekerjaannya untuk mempertahankan Sistem Apartheid.

mantan tentara Israel, Eran Efrat
mantan tentara Israel, Eran Efrat (Kanal Youtube Cordova Media)

Sistem Apartheid merupakan sistem yang diadopsi Israel selama ini untuk melemahkan Palestina.

Apartheid adalah Sistem pemisahan ras yang pernah diterapkan oleh pemerintah kulit putih Afrika Selatan pada tahun 1948-1990. 

Ciri dari Sistem Apartheid adalah melakukan tindakan represi terhadap penduduk kulit hitam dengan tujuan untuk memberikan keuntungan sebesar-besarnya pada kelompok minoritas kulit putih.

Eran menjelaskan bagaimana Sistem Apartheid dilaksanakan lewat pekerjaannya.

Saat menjadi tentara Israel ia mengetahui ada hak-hak yang dimiliki baik pemukim Yahudi maupun penduduk Palestina.

Ia bahkan mengaku paham dirinya tak boleh menindak pemukim Yahudi jika mereka menyerang penduduk Palestina.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved