Breaking News:

Sejarah Hari Ini, 21 Mei 1998 Soeharto Lengser Setelah 30 Tahun Lebih Menjadi Presiden Indonesia

Sejarah hari ini, 21 Mei 1998, Soeharto lengser setelah menjabat sebagai presiden Republik Indonesia selama 32 tahun. Tumbangnya Orde Baru.

Kolase TribunStyle
Kejatuhan Soeharto. 

Sebagai informasi, aksi unjuk rasa mahasiswa ini berlangsung sejak Maret 1998, ketika Soeharto terpilih kembali menjadi presiden.

Meskipun sempat menyatakan untuk tidak dicalonkan kembali sebagai Presiden pada periode 1998–2003, terutama pada acara Golongan Karya, Soeharto tetap memastikan ia terpilih kembali oleh parlemen untuk ketujuh kalinya di Maret 1998.

Mahasiswa menduduki Gedung DPR.
Mahasiswa menduduki Gedung DPR. (Tribunnews.com)

Kala itu, Soeharto pun mengundang sederet tokoh ke Istana Negara.

Mereka yakni Nucholish Madjid atau Cak Nur, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Emha Ainun Nadjib, Ali Yafie, Cholil Baidowi, Malik Fadjar, Achmad Bagdja, Sumarsono, dan Ma'aruf Amin.

Yusril Ihza Mahendra turut hadir, mengikuti ajakan Cak Nur, sebagai ahli tata negara.

Menjawab desakan mahasiswa, Soeharto bermaksud membentuk Komite Reformasi, yang hadir berdampingan dengan Kabinet Reformasi.

Tokoh-tokoh itu diminta menjadi anggota Komite Reformasi, tetapi mereka menolak.

Mundur sebagai Presiden, Digantikan oleh BJ Habibie

Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 untuk menghindari perpecahan dan meletusnya ketidakstabilan di Indonesia.

Pemerintahan kemudian dilanjutkan oleh Wakil Presiden kala itu, BJ Habibie.

Dalam pemerintahannya yang berlangsung selama 32 tahun lamanya, telah terjadi penyalahgunaan kekuasaan termasuk korupsi dan pelanggaran HAM.

Halaman
1234
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved