Breaking News:

Bolehkah Puasa Syawal 6 Hari Dikerjakan Selang-Seling atau Tidak Berurutan? Ini Penjelasan Ustaz

Bolehkah puasa Syawal selama 6 hari dikerjakan selang-seling atau tidak berurutan? Simak penjelasan ustaz.

iStockPhoto
Ilustrasi berdoa sebelum makan sahur atau buka puasa. 

Reporter: Gigih Panggayuh

TRIBUNSTYLE.COM - Bolehkah puasa Syawal selama 6 hari dikerjakan selang-seling atau tidak berurutan? Simak penjelasan ustaz.

Setelah menjalani puasa sebulan Ramadhan, umat muslim merayakan Idul Fitri pada bulan Syawal.

Setelah lebaran, pada bulan Syawal, ada sederet ibadah sunah yang dianjurkan untuk dilakukan.

Salah satunya adalah puasa 6 hari setelah Lebaran atau biasa disebut dengan puasa Syawal.

Dengan melakukan ibadah ini, disebut bahwa pahala yang didapat akan setara dengan berpuasa setahun penuh.

Lantas, bolehkah puasa 6 hari di bulan Syawal dikerjakan tidak berurutan atau selang-seling harinya?

Baca juga: Lebih Utama Puasa Syawal atau Qadha Ramadhan Dulu? Ini Penjelasan serta Bacaan Niat dan Tata Caranya

Baca juga: Niat Puasa Senin Kamis Sekaligus Bayar Utang Puasa Ramadhan, Bolehkah? Ini Kata Ustaz Abdul Somad

Ilustrasi puasa, piring kosong dan jam.
Ilustrasi puasa, piring kosong dan jam. (iStockPhoto)

Terkait hal itu, ustaz dari Pesantren Bina Insan Mulia, Ferry Muhammadsyah Siregar, memberikan penjelasan melalui video kanal YouTube Tribunnews.com.

Ia menerangkan bahwa sebagian ulama menganjurkan puasa Syawal selama enam hari dilakukan secara berturut-turut.

Kendati demikian, dibolehkan juga puasa dilakukan secara berselang-seling.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Ika Putri Bramasti
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved