Breaking News:

Niat Puasa Senin Kamis Sekaligus Bayar Utang Puasa Ramadhan, Bolehkah? Ini Kata Ustaz Abdul Somad

Bolehkan menjalankan puasa sunah Senin Kamis digabung dengan bayar utang puasa Ramadhan? Simak penjelasan Ustaz Abdul Somad.

Kolase TribunStyle (Instagram @ustadzabdulsomad_official, Medical News Today)
Penjelasan Ustaz Abdul Somad soal puasa. 

Reporter: Gigih Panggayuh

TRIBUNSTYLE.COM - Bolehkan menjalankan puasa sunah Senin Kamis digabung dengan bayar utang puasa Ramadhan? Simak penjelasan Ustaz Abdul Somad.

Sebagai informasi, puasa Senin Kamis adalah amalan sunah yang sangat dianjurkan.

Sebagaimana hukumnya, yakni sunah, maka jika dilakukan akan mendapat pahala, dan tidak akan berdosa jika tidak dilaksanakan.

Adapun anjuran puasa Senin Kamis disampaikan Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan Aisyah Radhiallahu anha.

Dalam hadits riwayat An Nasai dan Ibnu Majah, Aisyah radhiyallahu 'anha mengatakan, "Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam biasa menaruh pilihannya berpuasa pada hari Senin dan Kamis."

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam juga menyampaikan alasan beliau berpuasa di kedua hari ini melalui hadis berikut,

Baca juga: Puasa Syawal atau Puasa Qadha Ramadhan yang Harus Didahulukan? Simak Penjelasan serta Tata Caranya

Baca juga: INGAT! Puasa Syawal Setelah Idul Fitri 2021, Pahala Setara Puasa Setahun Penuh, Ini Bacaan Niatnya

Ilustrasi puasa.
Ilustrasi puasa. (Kolase TribunStyle (iStockphoto, Shutterstock))

“Amal-amal manusia diperiksa pada setiap hari senin dan Kamis, maka aku menyukai amal perbuatanku diperiksa sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. At Tirmidzi dan lainnya).

Lantas bolehkan berpuasa Senin Kamis sekaligus membayar utang puasa atau qadha Ramadhan?

Beberapa orang mungkin berhalangan puasa saat Ramadhan, sehingga harus membayarnya setelah Lebaran.

Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Terkait hal tersebut, Ustaz Abdul Somad memberikan penjelasan.

Menurutnya, menggabungkan puasa Senin Kamis dan puasa qadha Ramadhan diperbolehkan.

Hal itu ia sampaikan melalui video kanal YouTube Kun Ma Alloh berjudul Qadha Puasa di Senin Kamis, Niat dan Pahalanya.

"Jika kita puasa wajib di luar Ramadhan pada hari Senin atau Kamis, bolehkah kita niat ganda?" tutur Abdul Somad membacakan pertanyaan.

Abdul Somad kemudian memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.

"Niat puasa wajib, cukup satu niat saja, pada hari Kamis, niat piasa qadha saja.

Sengaja aku niat puasa Qadha karena Allah ta ala, otomatis dapat tiga, qadha dapat lunas 1 hari, dapat puasa Shawal, dapat puasa Kamis, cukup niat pausa Qadha saja," terangnya.

Berikut ini video lengkapnya.

Bacaan Niat Puasa Senin Kamis dan Puasa Qadha Ramadhan

Adapun bacaan niat puasa qadha dan puasa Senin Kamis adalah sebagai berikut.

Bacaan Niat Qadha (Bayar Utang) Puasa Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha'I fardhi syahri Ramadhāna lillahi ta‘ala.

Artinya: "Saya berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT."

Bacaan Niat Puasa Hari Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya berniat puasa hari Senin, sunah karena Allah SWT."

Bacaan Niat Puasa Hari Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya berniat puasa hari Kamis, sunah karena Allah SWT."

Ilustrasi berdoa sebelum makan sahur.
Ilustrasi berdoa sebelum makan sahur. (Pexels/Gabby K)

Tata Cara Menjalankan Puasa Qadha maupun Puasa Senin Kamis

1. Melafalkan Niat

Jangan lupa berpuasa didasari dengan niat telebih dahulu.

2. Makan Sahur

Disunnahkan makan sahur sebelum terbit fajar.

Namun tidak makan sahur pun (misalnya terlambat bangun) tidak apa-apa, dalam artian puasa tetap sah.

3. Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa

Saat berpuasa, hendaknya senantiasa untuk menahan diri dari makan, minum serta hal lain yang dapat membatalkan puasa, sejak terbit fajar hingga tenggelamnya matahari, atau waktu Maghrib.

4. Berbuka Puasa

Disunnahkan menyegerakan berbuka puasa ketika matahari terbenam, yakni bersamaan dengan masuknya waktu Maghrib.

Terdapat hadis shahih tentang doa berbuka puasa, yang diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Berikut ini doa buka puasa dari hadist Rasulullah yang diriwiyatkan oleh Abu Dawud.

ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

Dzahaba ddhoma'u wabtallatil uruqu watsabbatil ajru insya Allah.

Artinya: "Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah. Dan insya Allah pahala sudah tetap."

Selain itu, ada juga doa berbuka puasa yang berasal dari hadist riwayat Imam Bukhori dan Muslim, yakni sebagai berikut.

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin.

Artinya: "Ya Allah karana-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-MU, wahai Allah Tuhan Maha Pengasih."

Dari kedua doa tersebut, tidak ada mana yang benar dan mana yang salah.

Keduanya sama-sama memiliki riwayat hadis Rasulullah SAW.

Sementara itu, sebagian ulama Madzhab Imam Syafi'i mengambil jalan tengah dengan menggabungkan kedua doa buka puasa tersebut.

(TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)

#PuasaSeninKamis #QadhaRamadhan #BukaPuasa

Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved