Kenali Penyebab Bulu Kucing Peliharaan Rontok serta Cara Mencegah dan Mengobatinya
Kenali penyebab bulu kucing peliharaan rontok dan simak cara mencegah serta mengobatinya.
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Suli Hanna
Reporter: Gigih Panggayuh
TRIBUNSTYLE.COM - Kenali penyebab bulu kucing peliharaan rontok dan simak cara mencegah serta mengobatinya.
Kucing termasuk hewan peliharaan yang dimiliki cukup banyak masyarakat.
Sebagai makhluk hidup, kucing tentu juga memiliki berbagai masalah kesehatan.
Bulu rontok atau dikenal dengan alopecia adalah masalah umum pada kucing.
Ini mungkin termasuk kehilangan bulu secara keseluruhan atau hanya sebagian.
Terkadang, rontoknya bulu terjadi pada pola asimetris atau simetris.
Baca juga: PEMILIKNYA Meninggal, Kucing Oren Ini Terus Menangis, Baru Berhenti Setelah Diajak ke Makam
Baca juga: Cara Menghilangkan Kutu Kucing Peliharaan dengan Bahan Alami, Pakai Lemon hingga Rempah-Rempah
Selain membawanya ke klinik hewan, kamu bisa mengambil beberapa langkah sederhana untuk mengurangi ketidaknyamanan pada kucing.
Untuk itu, perlu ketahui terlebih dahulu apa penyebab bulu kucing rontok.
Semakin dini menemukan masalah kerontokan bulu, semakin besar kucing berhasil dirawat.
Dilansir dari The Spruce Pets, inilah sederet penyebab bulu kucing rontok.
1. Kondisi Medis dan Kulit
Ketidakseimbangan hormon, seperti hipertiroidisme atau peningkatan kadar steroid dalam tubuh, dapat menyebabkan kerontokan bulu.
Penyebab lainnya bisa jadi alergi kulit atau reaksi alergi.
Selain kerontokan bulu yang terlihat jelas, tanda lain dari alopecia kucing adalah munculnya kemerahan, benjolan, keropeng, atau kerontokan kulit di sekitar area bulu rontok.
Ini bisa menjadi tanda bahwa si kucing menderita penyakit kulit yang umum atau bahkan dermatofilosis, meskipun kondisi ini jarang terjadi pada kucing.
Selain itu, parasit, seperti kutu dan tungau, dapat menyebabkan gatal, peradangan, dan lesi yang juga dapat menyebabkan bulu rontok.
Kucing bisa menjadi alergi terhadap kutu jika menggaruk cukup keras hingga mengiritasi kulit atau menggigit dan mencabut bulunya.
2. Masalah Emosional dan Perilaku
Gangguan saraf yang muncul dalam masalah perilaku seperti perawatan berlebihan dapat menyebabkan bulu kucing rontok.
Namun, ini sulit untuk didiagnosis.
Setelah masalah medis lainnya teratasi, hal ini dapat ditentukan sebagai penyebab kerontokan bulu kucing.
Dalam beberapa kasus, obat modifikasi perilaku dapat diresepkan oleh dokter hewan.
3. Fisik Sakit
Nyeri dapat menjadi penyebab lain kerontokan bulu pada kucing, misalnya nyeri otot atau sendi bawah kulit.
Untuk meredakan rasa sakit, kucing mungkin terus menjilati area tersebut.
Bulu rontok mungkin juga merupakan efek samping dari penggunaan beberapa obat.
Pangobatan Kucing Bulu Rontok
Untuk mengobatinya, kamu perlu datang ke klinik hewan untuk didiagnosis.
Langkah pertama adalah mengambil sampel dari permukaan kulit untuk diperiksa sehingga diketahui penyebab infeksi seperti tungau, ragi, dan bakteri.
Jika alopecia disebabkan oleh kelainan medis, seperti erosi kulit, ketidakseimbangan tiroid, atau ketidakseimbangan hormon lainnya, obat-obatan, dan perawatan topikal tersedia untuk mengatasinya.
Jika rambut rontok disebabkan oleh masalah perilaku, kamu perlu menggunakan modifikasi perilaku untuk mengurangi masalah tersebut.
Seorang ahli perilaku kucing dapat membantu dalam 'mengajarkan kembali' perilaku perawatan yang tepat pada kucing.
Obat pengontrol kutu dan kutu secara teratur juga penting untuk menjaga kesehatan kucing dan menyingkirkan hama tersebut sebagai kemungkinan penyebab kerontokan bulu.
Jika bulu kucing rontok karena kutu atau kutu, kamu juga perlu membersihkan rumah, termasuk tempat tidur kucing dan perlengkapan lainnya.
Cara Mencegah Bulu Kucing Rontok
Jika kamu mengamati kucing menggigit dan menarik-narik bulunya, lakukan pemeriksaan menyeluruh pada kulit dan bulunya minimal seminggu sekali.
Gunakan sisir bergigi rapat dan pisahkan bulu agar dapat memeriksa setiap bagian.
Jika kucing menggaruk satu area lebih dari yang lain, beri perhatian khusus pada area tersebut.
Pastikan juga tempat tidur, mainan, atau tiang cakaran tidak menyebabkan masalah karena terlalu kasar pada bulu kucing.
Pergi ke klinik, mintalah dokter hewan merekomendasikan perawatan topikal yang aman.
(TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)
