Breaking News:

Berlimpah Pahala, Ini 5 Amalan Sunah yang Dianjurkan di Bulan Syawal, Salah Satunya Menikah

Inilah 5 amalan sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan pada bulan Syawal, berlimpah pahala. Salah satunya adalah menikah.

Shutterstock
Ilustrasi sepasang kekasih menikah. 

Reporter: Gigih Panggayuh

TRIBUNSTYLE.COM - Inilah 5 amalan sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan pada bulan Syawal, berlimpah pahala.

Ramadhan 2021 telah usai, kini berganti bulan Syawal.

Ini merupakan bulan baik bagi umat muslim, ditandai dengan Idul Fitri pada awal bulan.

Ada sederet keistimewaan yang ada pada bulan Syawal ini, sehingga umat muslim dianjurkan untuk melakukan ibadah sunah.

Adapun beberapa amalan sunah yang bisa dilakukan pada bulan Syawal, salah satunya adalah melakukan puasa setelah Lebaran.

Selain itu, ada lagi ibadah sunah lainnya yang mendatangkan banyak pahala, termasuk menikah.

Baca juga: Puasa Syawal atau Puasa Qadha Ramadhan yang Harus Didahulukan? Simak Penjelasan serta Tata Caranya

Baca juga: Keutamaan Puasa Syawal Disebut Setara dengan Puasa Setahun Penuh, Ini Penjelasan dari Ustaz

Ilustrasi menjalankan ibadah sunah puasa Syawal.
Ilustrasi menjalankan ibadah sunah puasa Syawal. (Pexels/Gabby K)

Dirangkum dari berbagai sumber, inilah 5 amalan sunah yang dianjurkan dilakukan pada bulan Syawal.

1. Puasa Syawal 6 Hari

Seperti telah disebutkan, umat muslim disunahkan melakukan puasa Syawal.

Adapun puasa Syawal dikerjakan selama 6 hari.

Disebutkan bahwa seseorang yang mengerjakan puasa Syawal, akan mendapatkan ganjaran setara dengan puasa setahun penuh.

Hal itu merujuk pada sebuah hadis riwayat sebagai berikut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

"Siapa yang telah berpuasa puasa Ramadhan satu bulan penuh, kemudian ia mengikuti puasanya itu selama enam hari di bulan Syawal, maka sesungguhnya dia seolah telah berpuasa selama satu tahun penuh," (HR. Muslim no. 204).

Ilustrasi wanita berhijab berdoa.
Ilustrasi wanita berhijab berdoa. (Freepik/wayhomestudio)

2. Puasa Ayyamul Bidh

Puasa sunah Ayyamul Bidh adalah puasa yang bisa dilakukan di pertengahan setiap bulan pada kalender Hijriah.

Ibadah ini jatuh pada hari ke-13, 14, dan 15 hijriah tiap bulannya.

Disebut Puasa Ayyamul Bidh karena pada 3 hari itulah bulan bersinar terang, sehingga malam tampak putih bercahaya.

Hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

“Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: 1- berpuasa tiga hari setiap bulannya, 2- mengerjakan shalat Dhuha, 3- mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178).

Namun, ada satu tanggal di mana tidak boleh melaksanakan puasa yakni pada 13 Dzulhijah.

Tanggal 13 Dzulhijah merupakan hari tasyrik, sehingga puasa ayyamul bidh tidak boleh dilaksanakan pada hari tersebut.

Ilustrasi berdzikir setelah salat malam hari.
Ilustrasi berdzikir setelah salat malam hari. (Pexels/Ali Arapoglu)

3. Melakukan I'tikaf

I'tikaf adalah berdiam diri di dalam masjid sebagai ibadah sunah dengan syarat-syarat tertentu.

Amalan sunah ini biasanya dilakukan pada bulan Ramadhan.

Rasulullah SAW biasa melakukan i'tikaf pada sepuluh hari Ramadhan.

Namun, jika berhalangan melakukan i'tikaf pada Ramadhan, Rasul biasa menggantinya sengan i'tikaf pada bulan Syawal.

Terdapat riwayat yang shahih dari Ummu al-Mukminin, yang menyatakan bahwasanya nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari pertama bulan Syawal dan dalam satu riwayat beliau melaksanakannya di sepuluh hari terakhir bulan Syawal. (HR. Bukhori & Muslim).

Ilustrasi menikah.
Ilustrasi menikah. (youthsdigest.com)

4. Menikah

Amalan ini merujuk pada Rasulullah yang menikahi Aisyah pada bulan Syawal.

Hal ini berdasarkan hadis riwayat sebagai berikut.

"Rasulullah shallallhu 'alaihi wasallam menikahiku (Aisyah) pada bulan Syawal dan mengadakan malam pertama pada bulan Syawal. Istri Rasulullah mana yang lebih beruntung ketimbang diriku di sisi beliau?" (HR Muslim).

Para ulama khususnya kalangan madzhab Syafi'i menganggap bahwa menikah, menikahkan, atau berhubungan intim dengan istri baik dan dianjurkan untuk dilakukan pada bulan Syawal.

Ilustrasi bermaaf-maafan seletah Salat Idul Fitri.
Ilustrasi bermaaf-maafan seletah Salat Idul Fitri. (Daily Sabah)

5. Bersilaturahmi

Seperti diketahui, Syawal adalah bulan di mana terdapat Hari Kemenangan, Lebaran.

Pada momen Lebaran, semestinya orang saling memaafkan dan berkunjung atau bersilaturahmi.

Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhu berkata:

"Siapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturrahmi niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya." (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod).

Namun, karena masih dalam suasana pandemi, bersilaturahmi agaknya dapat dilakukan secara virtual.

(TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)

#Syawal #PuasaSyawal #IbadahSunah #Menikah

Ikuti kami di
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Suli Hanna
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved