Ramadhan 2021
Apakah Wanita Haid Bisa Mendapatkan Bagian Lailatul Qadar? Ini Amalan Sunahnya selama Ramadhan
Apakah wanita haid bisa mendapatkan bagian Lailatul Qadar? Ini penjelasan serta amalan sunah yang masih bisa dilakukan.
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Suli Hanna
Reporter: Gigih Panggayuh
TRIBUNSTYLE.COM - Apakah wanita haid bisa mendapatkan bagian Lailatul Qadar? Ini penjelasan serta amalan sunah yang masih bisa dilakukan.
Pada momen Ramadhan, umat muslim diwajibkan untuk berpuasa serta dianjurkan untuk memperbanyak ibadah.
Namun, secara umum, wanita yang sedang haid atau nifas tidak diperbolehkan berpuasa.
Tidak hanya itu, wanita haid pun tidak boleh salat, iktikaf di masjid, serta menyentuh dan membaca Al Quran.
Lantas amalan apa saja yang bisa dilakukan wanita haid selama Ramadhan?
Melansir Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama, menghidupkan Ramadhan tidak hanya terbatas menunaikan salat.
Baca juga: Tanda-tanda Orang Dapat Lailatul Qadar, Berikut Amalan Utama di 10 Hari Terakhir Ramadhan
Baca juga: Tak Puasa, 7 Amalan Bisa Dilakukan Wanita Haid untuk Raih Pahala Saat Ramadhan, Berdoa & Beramal
Namun, hal itu mencakup pula semua ketaatan.
Inilah yang ditafsirkan oleh para ulama.
Al-Hafidz berkata, "Menghidupkan malam ramadhan maksudnya begadang dengan melakukan ketaatan (ibadah)."
Sementara itu, An-Nawawi berkata, “Yaitu larut dengan begadang dalam salat dan (ibadah) lainnya.”
Dalam kitab Aunul Ma’bud dikatakan pula, "Yaitu dengan salat, zikir dan membaca Al-Qur’an.”
Apakah Wanita Haid Masih Bisa Mendapatkan Lailatul Qadar?
Seperti diketahui, Lailatul Qadar disebut sebagai malam istimewa yang datang pada Ramadhan, lebih baik dari seribu bulan.
Masih mengutip Bimas Islam, diceritakan Juwaibir mengatakan bahwa dia pernah bertanya pada Adh-Dhahak.
“Bagaimana pendapatmu tentang wanita nifas, haid, musafir, dan orang yang tidur?
Apakah mereka bisa mendapatkan bagian dari lailatul qadar?”
Adh-Dhahak pun menjawab, “Iya, mereka tetap bisa mendapatkan bagian.
Setiap orang yang Allah terima amalannya akan mendapatkan bagian lailatul qadar.”
Keterangan ini menunjukkan bahwa wanita haid, nifas dan musafir tetap bisa mendapatkan bagian lailatul qadar.
Hanya saja, wanita haid dan nifas tidak boleh melaksanakan salat.
Amalan Sunah yang Bisa Dilakukan Wanita Haid selama Ramadhan
Untuk bisa mendapatkan banyak pahala ketika lailatul qadar, wanita haid atau nifas masih memiliki banyak kesempatan ibadah.
Di antara bentuk ibadah yang bisa dilakukan yakni berzikir, seperti tasbih (mengucapkan subhanallah), tahlil (lailaha illallah), tahmid (alhamdulillah) dan yang semisal dari itu.
Maka perbanyak mengucapkan 'subhanallah, wal hamdulillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar, wa subhanallah wa bihamdihi, wa subhanallahu al’adzim'.
Selain itu, bagi perempuan haid, juga dianjurkan untuk beristigfar, maka perbanyak mengucapkan 'astagfirullah'.
Ibadah lain yang bisa dilakukan perempuan yang sedang haid adalah berdoa.
Rasulullah SAW bersabda:
“Doa adalah ibadah.” (HR. Tirmizi disahihkan oleh Al-Albany dalam sahih Tirmizi).
Dari beberapa keterangan di atas, amalan sunah yang masih dapat dilakukan wanita haid atau nifas itu adalah berzikir dengan membaca tasbih (subhanallah), tahlil (la ilaha illallah), tahmid (alhamdulillah), istigfar (astaghfirullah), dan berdoa.
Selain yang telah disebutkan, wanita haid juga masih bisa meraih pahala Ramadhan dengan menuntut ilmu.
Membaca buku, memperluas pengetahuan hingga mengikuti kajian memberikan manfaat yang besar.
Setiap manusia dianjurkan untuk terus menerus menuntut ilmu kapan pun dan di mana pun berada.
Menuntut ilmu juga merupakan bentuk amalan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis berikut ini.
"Belajarlah ilmu, sesungguhnya belajar ilmu karena Allah adalah suatu bentuk ketakwaan." (HR Ad-Dailami)
(TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/ilustrasi-wanita-berhijab-berdoa.jpg)