Tokoh Viral Hari Ini
Profil Hubert Henry, Perjalanan Karier Bassist Boomerang yang Tutup Usia
Inilah profil Hubert Henry, perjalanan karier bassist Boomerang yang tutup usia.
Penulis: Amirul Muttaqin
Editor: Dhimas Yanuar
Reporter: Amirul Muttaqin
TRIBUNSTYLE.COM - Inilah profil Hubert Henry, perjalanan karier bassist Boomerang yang tutup usia.
Bassist grup band Boomerang, Hubert Henry Limahelu, meninggal pada Sabtu (24/4/2021) di Surabaya, Jawa Timur.
Kabar duka tersebut dibagikan oleh akun Instagram resmi Boomerang.
"Selamat jalan Hubert Henry Limahelu, semua kisah dan karyamu akan selalu jadi warna buat kami semua," tulis akun @boomerang_official, Sabtu (24/4/2021).
Sebelumnya, sejak Rabu (14/4/2021) lalu, Henry diketahui mengalami penurunan kesehatan.
Pembuluh darah saraf otaknya pecah dan Henry juga telah menjalani operasi di Rumah Sakit Husada Utama Surabaya.
Baca juga: Mengenang Sosok Radhar Panca Dahana, Sastrawan dan Budayawan yang Meninggal di Usia 56 Tahun
Baca juga: Kisah Pilu Mama Lita MasterChef Indonesia, Urus 3 Anak Sendiri, Sejak Suami Meninggal 5 Bulan Lalu
Hubert Henry Limahelu lahir di Surabaya pada 8 September 1968.
Ia dikenal sebagai bassist dan belakangan vokalis band rock legendaris Indonesia, Boomerang.
Pada awal tahun 1990-an, Henry bersama John Paul Ivan a.k.a. 'JPI' (gitar), Roy Jeconiah Isoka Wurangian (vokal) dan Petrus "Pet" Augusti (drummer) mendirikan sebuah band dengan nama Lost Angels.
Pada tahun 1994, mereka direkrut oleh perusahaan rekaman Logiss Record.
Pada bulan Maret - April 1994, di bawah produser Log Zhelebour di studio Nirwana Record, Surabaya, mereka bekerja hampir 18 jam setiap harinya untuk merekam album perdana mereka.
Di tengah pengggarapan album, mereka memutuskan untuk mengeluarkan drummer mereka karena tingkah lakunya tidak bisa lagi sejalan dengan grup.
Pada 8 Mei 1994, mereka sepakat untuk mengganti nama Lost Angels menjadi Boomerang yang juga menjadi judul album perdana mereka yang dirilis dipasaran pada 1 Juli 1994 dengan single hit `Kasih`.
Boomerang kemudian merekrut Farid Martin yang dikenal mereka dari Mas Tony, Sound Engineer pada album pertama dan kedua Boomerang sebagai drummer tetap.
Pada pertengahan 2005, didasari perbedaan prinsip, JPI memilih untuk keluar dari Booomerang, disusul dengan Roy pada tahun 2010.
Sejak 2012, Henry melanjutkan nama Boomerang dengan formasi dirinya sebagai Bass-Vokal, Farid Martin sebagai drummer, dan Tommy Maran sebagai gitaris.
Mereka sempat merilis beberapa album baru dan melakukan live di beberapa tempat seperti di Pekan Raya Jakarta.
Diskografi Hubert Henry Limahelu bersama Boomerang:
- Boomerang (1994)
- K.O. (album Boomerang) (1995)
- Disharmoni (1996)
- Hits Maker (1997)
- Segitiga (1998)
- Hard 'n Heavy (1999)
- Best Ballads (1999)
- Xtravaganza (2000)
- The Greatest Hits of Boomerang (2003)
- Terapi Visi (2003)
- Urbanoustic (2005)
- Suara Jalanan (2009)
- Reboisasi (2012)
- Harmonis Tidak Seragam (2014)
- 3 To Rock (2016) (bersama Grass Rock & D'Bandhits)
Terjerat kasus narkoba
Hubert Henry sempat tersandung narkoba dua kali.
Pertama pada tahun 2003, dan yang kedua pada Juni 2019.
Pada kasus yang kedua, Henry divonis hukuman penjara selama 16 bulan.
Henry mengatakan, dia mengonsumsi ganja karena yakin daun tersebut berdampak positif bagi kesehatannya.
Baginya, mengonsumsi ganja dapat menyembuhkan sakit bronkitis yang sudah lama diidapnya.
Beberapa kali Henry mengonsumsi ganja yang dibelinya dari seorang rekannya yang juga dicokok polisi, ternyata gejala sakit bronkitisnya tak kambuh lagi.
(Tribunstyle/ Amr)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/profil-hubert-henry-boomerang.jpg)