Breaking News:

Kenang Kepergian Radhar Panca Dahana, Gus Mus: Sosok Pejuang Kebudayaan yang Tulus

KH. Ahmad Mustofa Bisri atau dikenal dengan panggilan Gus Mus turut berbelasungkawa atas wafatnya salah satu budayawan Indonesia, Radhar Panca Dahana.

Instagram Gus Mus
KH Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus dan Radhar Panca Dahana. 

Ia bahkan sempat mengirimkan tulisannya di berbagai media dengan nama samaran, Reza Mortafilini, karena takut ketahuan sang ayah.

Radhar menyelesaikan Program S1 Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Indonesia (1993) dan studi Sosiologi di École des Hautes Études en Science Sociales, Paris, Prancis (2001).

Perjuangan Radhar dalam dunia tulis-menulis dan sastra akhirnya membuahkan hasil.

Ia tercatat telah menjadi reporter lepas hingga pemimpin redaksi di berbagai media seperti Kawanku, Hai, Kompas, Jakarta Jakarta dan masih banyak lagi.

Radhar juga menerima sejumlah penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri.

Selain dunia tulis-menulis dan sastra, Radhar juga aktif di dunia teater.

Ia pernah bergabung dalam Bengkel Teater Rendra bersama Sitok Srengenge dan Adi Kurdi.

Radhar merupakan pendiri dari Perhimpunan Pengarang Indonesia dan presiden Federasi Teater Indonesia.

Ia juga aktif menjadi pembicara dalam diskusi, seminar, maupun talkshow di berbagai media.

Pembacaan puisi spiritual oleh Radhar Panca Dahana dalam tajuk LaluKau di Gedung Kesenian Jakarta, Rabu (19/20/2020).
Pembacaan puisi spiritual oleh Radhar Panca Dahana dalam tajuk LaluKau di Gedung Kesenian Jakarta, Rabu (19/20/2020). (KOMPAS/PRIYOMBODO)

Radhar meninggal dunia setelah mengalami serangan jantung saat akan menjalani cuci darah di RSCM.

Ia telah bertahun-tahun rutin menjalani cuci darah karena penyakit gagal ginjal yang dideritanya.

Meski begitu, Radhar tak pernah mengeluh dan masih tetap beraktivitas sekaligus mencari nafkah untuk keluarga hingga saat terakhirnya.

Karya-karya Radhar Panca Dahana

- Menjadi Manusia Indonesia (esai humaniora, 2002)

- Lalu Aku (kumpulan sajak, 2003)

- Jejak Posmodernisme (2004)

- Cerita-cerita dari Negeri Asap (kumpulan cerpen, 2005)

- Inikah Kita: Mozaik Manusia Indonesia (esai humaniora, 2006)

- Dalam Sebotol Cokelat Cair (esai sastra, 2007)

- Metamorfosa Kosong (kumpulan drama, 2007)

- Manusia Istana (kumpulan puisi)

- Lalu Waktu (kumpulan puisi)

Penghargaan Radhar Panca Dahana

- Terpilih sebagai satu di antara lima seniman muda masa depan Asia versi NHK (1996)

- Meraih Paramadina Award (2005)

- Duta Terbaik Pusaka Bangsa, Duta Lingkungan Hidup sejak 2004.

- Menerima Medali Frix de le Francophonie 2007 dari 15 negara berbahasa Prancis

(Tribunstyle/Joni Irwan Setiawan/Amr)

#GusMus #KHAhmadMustofaBisri #RadharPancaDahana

Ikuti kami di
Penulis: Joni Irwan Setiawan
Editor: Amirul Muttaqin
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved